Dari Keresahan ke Gerakan: Kisah Muaz Hadirkan Transgo Medan untuk Transportasi Berkelanjutan

- Penulis

Rabu, 4 November 2026 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(foto: Muaz Alfattah Fadhani)

(foto: Muaz Alfattah Fadhani)

MEDAN, November 2026 – Persoalan transportasi publik di Kota Medan mendorong Muaz Alfattah Fadhani untuk mengambil langkah melalui gerakan anak muda. Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara (USU) tersebut mendirikan Transgo Medan pada 2026, sebuah komunitas yang berfokus pada edukasi, advokasi, dan kampanye transportasi berkelanjutan.

Transgo Medan hadir dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transportasi publik yang ramah lingkungan, inklusif, dan nyaman. Melalui komunitas ini, Muaz ingin membuka ruang bagi generasi muda untuk ikut membicarakan persoalan mobilitas perkotaan sekaligus mendorong masyarakat agar lebih mengenal transportasi umum.

Perhatian Muaz terhadap isu tersebut juga terlihat melalui karya jurnalistik mendalam berjudul “Dari Halte ke Harapan: Jalan Panjang Mebidang Menuju Kota Rendah Emisi”. Karya yang mengangkat perkembangan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang beserta tantangan transportasi rendah emisi di Medan dan sekitarnya itu mengantarkannya meraih Juara 1 Olimpiade Jurnalis Muda 2026.

Dalam pengamatannya, salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan BRT Mebidang adalah sistem transportasi yang belum terintegrasi. Keberadaan angkutan kota atau angkot yang masih beroperasi di jalur BRT menjadi salah satu hal yang menurutnya dapat memengaruhi minat masyarakat untuk menggunakan layanan tersebut.

“Angkot masih sering sekali berjalan di jalur BRT. Itu jawaban kenapa masyarakat belum banyak menggunakan BRT: masih ada alternatif angkot,” ujar Muaz.

Baca Juga :  Strategi Psikologis Agar Selalu Unggul dan Beruntung dalam Situasi Bisnis Apapun!

Menurutnya, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah mengintegrasikan angkot sebagai angkutan pengumpan atau feeder. Dengan skema tersebut, angkot tetap dapat beroperasi, tetapi melayani jalan-jalan yang tidak dapat dilalui BRT Mebidang. Selain membantu integrasi transportasi, gagasan ini juga dapat menjadi pertimbangan agar para pengemudi angkot tetap memiliki pekerjaan.

Muaz menilai persoalan transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan kemudahan akses, tetapi juga kebiasaan masyarakat yang masih lebih memilih kendaraan pribadi. Selain itu, keterbatasan informasi mengenai rute bus dan lokasi yang dapat dijangkau membuat wisatawan kesulitan menggunakan transportasi umum untuk berkeliling Medan.

Menurut Muaz, transportasi umum sebenarnya memiliki peluang untuk mendukung sektor pariwisata Medan. Sejumlah objek wisata, seperti Istana Maimun dan Tjong A Fie, berpotensi lebih mudah dijangkau apabila informasi dan konektivitas transportasi publik tersedia dengan baik.

“Intinya ada lack of information,” ungkapnya, menjelaskan kebingungan wisatawan dalam memperoleh informasi mengenai layanan transportasi umum di Medan.

Meski demikian, Muaz mengakui bahwa gerakan yang dibangun Transgo Medan masih memiliki keterbatasan. Jangkauan komunitas masih kecil, kesempatan kolaborasi belum banyak terbuka, dan upaya melibatkan pemerintah maupun pihak terkait masih menjadi tantangan. Menurutnya, perubahan dalam sistem transportasi tidak dapat hanya bergantung pada satu komunitas.

Baca Juga :  Menjangkau yang Tak Terjangkau, Peran Pos Indonesia di Wilayah 3T

“Untuk mendukung perubahan, kita perlu gerakan yang bersifat kolektif. Tidak bisa hanya satu organisasi yang menggerakkan minat masyarakat untuk menggunakan BRT Mebidang,” tuturnya.

Ke depan, Transgo Medan berharap dapat mengembangkan berbagai kegiatan yang melibatkan lebih banyak pihak. Beberapa gagasan yang ingin diwujudkan di antaranya diskusi publik mengenai transportasi umum dengan menghadirkan akademisi dan pemerintah, serta kegiatan sehari menggunakan transportasi publik untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di Medan. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan dukungan kolaborasi dan pendanaan agar dapat terlaksana.

Bagi Muaz, mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik juga membutuhkan perubahan pola pikir. Ia berharap masyarakat tidak lagi memandang kendaraan pribadi sebagai satu-satunya pilihan mobilitas, terlebih ketika penggunaan kendaraan pribadi turut berkontribusi terhadap kemacetan perkotaan.

“Jangan jadikan penggunaan kendaraan pribadi sebagai bentuk ego,” pungkasnya.

Melalui Transgo Medan, Muaz berharap semakin banyak anak muda dan masyarakat yang terlibat dalam membicarakan masa depan transportasi publik. Baginya, perubahan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan membutuhkan kerja bersama, mulai dari kesadaran masyarakat, keterlibatan komunitas, hingga dukungan pemerintah.

Penulis : Deasy Gloria

Editor : Sabri Rasyid

Sumber Berita : Sora Publisher

Berita Terkait

Angga Raka Prabowo: Pemimpin Digital Harus Berani Ubah Cara Kerja Lama
Intip Bisnis BUMN Pos di Asia, Ada yang Senasib PosIND?
KADIN DKI Jakarta Buka Pintu Kolaborasi, Siap Cetak Pemuda Masjid Jadi Wirausaha Digital
Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS
Belajar Memimpin Diri hingga Ubah Lingkungan, Anak Muda Medan Ikuti GerakDampak Academy 2026
Telkom Dukung Try Out TKA 2026 di Banten, Fasilitasi 84.000 Peserta dari 570 Sekolah
UMKM Binaan Telkom Jaring Peluang Bisnis di 18 Negara melalui TEI 2026
Wamenkeu Juda Agung: DJKN Harus Bertransformasi Menjadi Asset Strategis
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:54 WIB

Angga Raka Prabowo: Pemimpin Digital Harus Berani Ubah Cara Kerja Lama

Jumat, 6 November 2026 - 18:48 WIB

Intip Bisnis BUMN Pos di Asia, Ada yang Senasib PosIND?

Jumat, 6 November 2026 - 05:44 WIB

KADIN DKI Jakarta Buka Pintu Kolaborasi, Siap Cetak Pemuda Masjid Jadi Wirausaha Digital

Kamis, 5 November 2026 - 16:27 WIB

Dukung Akurasi Informasi Penerbangan, Telkom University dan AirNav Kenalkan NOTAM Berbasis AI di AS

Rabu, 4 November 2026 - 19:42 WIB

Belajar Memimpin Diri hingga Ubah Lingkungan, Anak Muda Medan Ikuti GerakDampak Academy 2026

Berita Terbaru

(sumber foto: Stenly P. dari Sangihe)

Aneka Berita

Intip Bisnis BUMN Pos di Asia, Ada yang Senasib PosIND?

Jumat, 6 Nov 2026 - 18:48 WIB