URBANDIGINEWS.COM – JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyiapkan tiga langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh daerah tetap aman. Langkah ini ditempuh di tengah sorotan publik atas antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa pekan terakhir.
Ketiga langkah tersebut meliputi penambahan pasokan dan penguatan distribusi, penambahan jam operasional berikut armada dan petugas SPBU, serta penyediaan layanan tambahan lewat SPBU modular dan pengisian BBM dalam kemasan.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menegaskan, perseroan menyadari pasokan BBM menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Kami memahami bahwa ketersediaan BBM harus selalu terjaga, dan sebagai bentuk perbaikan layanan kami kepada masyarakat, ada tiga komitmen strategis yang kami jalankan,” ujar Simon, seperti dikutip dari keterangan resmi yang dipublikasikan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI).
Langkah pertama, Pertamina menambah volume pasokan BBM sekaligus memperkuat keandalan rantai distribusi hingga ke level SPBU. Dengan begitu, stok di setiap daerah diharapkan tidak lagi tersendat.
Langkah ini menyasar titik paling krusial dalam rantai pasok. Pasalnya, dalam sejumlah kasus terakhir, persoalan bukan semata soal ketersediaan stok nasional, melainkan kelancaran penyaluran dari terminal dan depo ke jaringan SPBU.
Langkah kedua, Pertamina memperpanjang jam operasional SPBU serta menambah jumlah mobil tangki dan petugas di lapangan. Tujuannya, agar pelayanan kepada konsumen berjalan lebih optimal dan antrean bisa terurai lebih cepat.
Langkah ketiga, Pertamina menambah titik layanan melalui SPBU modular. Perseroan juga menghadirkan layanan pengisian BBM dalam kemasan yang diantar langsung ke kendaraan konsumen di area SPBU.
SPBU modular menjadi solusi cepat karena tidak memerlukan pembangunan permanen. Sebagai gambaran, Satgas Layanan BBM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi sebelumnya menempatkan tiga unit SPBU modular di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, yang khusus melayani Pertalite untuk sepeda motor dengan batas pengisian maksimal tiga liter per kendaraan.
Gandeng TNI dan Polri
Dalam pelaksanaannya, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, serta elemen masyarakat terkait. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan dan kelancaran distribusi BBM di berbagai daerah.
Ke depan, efektivitas tiga langkah ini akan diuji di lapangan: apakah antrean benar-benar berkurang dan pasokan tetap stabil, terutama di daerah yang rantai logistiknya bergantung pada kapal tanker dan cuaca.
Penulis : SR
Editor : Sabri Rasyid
Sumber Berita : Akun IG Bakom RI









