
JAKARTA – Tempe, cocopeat, dan pupuk organik buatan pelaku usaha lokal kini punya peluang lebih besar untuk menembus pasar Jepang. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin kerja sama dengan Tokyo SME Support Center (Tokyo SME) untuk memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kancah global dalam bentuk Business Matching yang diselenggarakan di Jakarta (20/10/2026).
Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan atas penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 2 Desember 2024 lalu di Menara Kadin, Jakarta. Kesepakatan ini membuka jalur langsung yang menghubungkan pelaku usaha menengah Indonesia dengan mitranya di Tokyo, Jepang.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak mendorong tiga hal utama: digitalisasi usaha, alih teknologi, dan perluasan pasar ekspor. Skema yang ditempuh antara lain business matching atau temu bisnis, transfer pengetahuan teknologi, hingga kerja sama ekspor produk unggulan, khususnya di sektor pangan dan pertanian.
Cakupan sektor yang digarap cukup luas. Di sisi industri, kerja sama ini menyasar teknologi manufaktur, sistem pengemasan, pengolahan makanan, dan berbagai solusi industri. Bidang-bidang ini dinilai krusial agar produk UMKM Indonesia mampu memenuhi standar kualitas pasar Jepang yang dikenal ketat.
Sementara itu, di sisi komoditas, sorotan tertuju pada produk pertanian dan UMKM ramah lingkungan. Tempe, cocopeat (serbuk sabut kelapa untuk media tanam), dan pupuk organik menjadi contoh produk yang berpotensi besar di pasar Negeri Sakura, seiring meningkatnya minat konsumen terhadap pangan sehat dan produk berkelanjutan.

Langkah ini juga diperluas oleh Kadin DKI Jakarta. Organisasi pengusaha tingkat provinsi itu memperpanjang kemitraan dengan Tokyo SME guna mempercepat akses pasar sekaligus digitalisasi bagi pengusaha lokal Ibu Kota. Bagi pelaku UMKM Jakarta, kerja sama ini membuka kesempatan untuk tidak hanya berjualan, tetapi juga belajar langsung dari ekosistem usaha kecil dan menengah Jepang yang dikenal efisien dan berorientasi kualitas.
Salah satu program andalan dari kemitraan ini adalah forum temu bisnis (Business Matching) yang digelar secara rutin, termasuk di Jakarta. Dalam forum tersebut, pelaku usaha nasional dipertemukan langsung dengan puluhan perusahaan asal Jepang. Pertemuan tatap muka semacam ini dinilai efektif memangkas jarak antara produsen dan calon pembeli. Pelaku UMKM dapat memperkenalkan produknya, menjajaki peluang kemitraan, hingga membuka jalan menuju kontrak ekspor.
Dengan kolaborasi ini, Kadin berharap UMKM Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penonton di pasar global, melainkan tampil sebagai pemain yang mampu bersaing di pasar Jepang.
Penulis : Redaksi
Editor : SR
Sumber Berita : Rilis KADIN DKI







