urbandiginews.com – Ketua MUI Kota Administrasi Jakarta Timur, dr. KH. Didi Supandi, Lc., M.A., bersama jajaran pengurus MUI Jakarta Timur, Walikota Jakarta Timur, Kapolres Metro Jakarta Timur, Dandim 0505/JT, Kepala Kejaksaan, serta para Ketua Ormas, menghadiri acara Deklarasi Bersama Menjaga Kampung di Jakarta Timur. Acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) Jakarta Timur ini menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan organisasi masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kerukunan masyarakat.
Deklarasi tersebut mengusung tagline:
“Nyok Kite Jaga Kampung Kite, Kalo Bukan Kite, Siapa Lagi.”
Tagline ini menjadi seruan nyata untuk memperkuat semangat kebersamaan, membangun solidaritas, serta menumbuhkan nilai kebersamaan guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis di Jakarta Timur

Seiring upaya menjaga kampung, kondisi wilayah Jakarta Timur saat ini juga tengah dipulihkan dari dampak kerusuhan dalam beberapa waktu terakhir:
Sebanyak tujuh kantor polisi di wilayah Jakarta Timur rusak akibat amukan massa. Tempat-tempat yang terdampak meliputi:
- Polres Metro Jakarta Timur
- Polsek Jatinegara, Matraman, Kramat Jati, Ciracas, Cipayung
- Polsek Makasar (dekat Halim)
Kepolisian bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur segera melakukan pembersihan lingkungan kantor—mulai dari Polres hingga seluruh polsek—agar pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berjalan maksimal.
Dampak kerusakan infrastruktur lainnya juga terjadi terhadap trayek transportasi: 22 halte Transjakarta turut rusak akibat kericuhan demonstrasi beberapa waktu lalu.
Sembari Forkopimko dan MUI Jakarta Timur menggalakkan gerakan menjaga kampung dengan tagline penuh semangat, realitas di lapangan menunjukkan pentingnya langkah-langkah konkret dan kilat dalam pemulihan pasca kerusuhan. Sinergi antara lembaga pemerintahan, aparat keamanan, tokoh agama, dan ormas sangat dibutuhkan — bukan hanya untuk menjaga keamanan secara simbolis, tapi juga untuk segera menyembuhkan luka pada infrastruktur dan layanan publik yang rusak.
Dengan moto “Kalo Bukan Kite, Siapa Lagi,” wajar jika warga Jakarta Timur merasa terpanggil—bahwa menjaga kampung berarti menjaga kenyamanan dan kestabilan bersama.
Penulis : Coki Dasopang
Editor : Marah Bangun








