Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menerima Anugerah Gelar Profesor Kehormatan Dari Universitas Nasional

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com— Universitas Nasional secara resmi mengukuhkan Menteri Kebudayaan Fadli Zon, sebagai Profesor Kehormatan (Prof. Hon) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik yang diselenggarakan di Auditorium Universitas Nasional, Jakarta. Pengukuhan ini merupakan bentuk penghargaan akademik tertinggi yang diberikan atas dedikasi, pemikiran, serta kontribusi intelektual Menteri Fadli Zon di bidang kebudayaan, pendidikan, dan kehidupan kebangsaan.

Pengukuhan Profesor Kehormatan ini dilaksanakan berdasarkan keputusan akademik Universitas Nasional melalui serangkaian kajian mendalam yang mempertimbangkan rekam jejak intelektual, kepakaran, integritas, serta kontribusi nyata Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang telah memperoleh pengakuan nasional maupun internasional.

Rektor Universitas Nasional, El Amry Bermawi Putera, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengukuhan Profesor Kehormatan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon bukan sekadar seremoni akademik, melainkan bentuk penghormatan tertinggi terhadap dedikasi, integritas, dan kontribusi intelektual yang telah diberikan bagi bangsa dan peradaban.

“Pengukuhan ini kami maknai sebagai pengakuan akademik atas kerja panjang, ketekunan intelektual, serta konsistensi Dr. Fadli Zon dalam memperjuangkan kebudayaan, sejarah, dan jati diri bangsa. Ini bukan sekadar penghargaan personal, tetapi juga pesan moral bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi pembangunan peradaban Indonesia,” ujar Rektor El Amry.

Dirinya menambahkan, kiprah Menteri Fadli Zon dalam pelestarian sejarah, penguatan literasi budaya, serta diplomasi kebudayaan nasional dan internasional menunjukkan keselarasan yang kuat dengan nilai-nilai Universitas Nasional yang diwariskan oleh Sutan Takdir Alisjahbana, salah satu pendiri Universitas Nasional. Menurutnya, kontribusi tersebut telah melampaui batas sektoral dan administratif, menjangkau dimensi akademik, sosial, hingga peradaban global.Lebih lanjut, Rektor El Amry berharap penganugerahan Profesor Kehormatan ini dapat memperkuat komitmen bersama antara dunia akademik, negara, dan para pemikir bangsa dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan ini Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaparkan orasi kebudayaan dengan menyampaikan gagasan strategis mengenai pentingnya upaya reinventing Indonesian identity sebagai fondasi penguatan peradaban bangsa di tengah dinamika global. Ia menegaskan bahwa berbagai temuan dan jejak arkeologis menunjukkan Nusantara telah memainkan peran vital dalam evolusi dan perjalanan panjang peradaban umat manusia.

Baca Juga :  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Tinjau Pelaksanaan Program Pemagangan Nasional di Telkom

“Upaya reinventing Indonesian identity merupakan wujud nyata penguatan kembali posisi Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia. Berbagai temuan dan jejak arkeologis membuktikan bahwa Nusantara merupakan panggung vital dalam evolusi dan peradaban umat manusia,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Indonesia tidak dapat dipahami semata sebagai negara-bangsa modern, melainkan sebagai peradaban-bangsa (civilizational-state) yang berdiri di atas fondasi megadiversity. Menurutnya, keberagaman etnis, bahasa, adat, dan tradisi yang terbentuk melalui proses sejarah panjang justru menjadi kekuatan strategis bangsa dalam memainkan peran penting dalam politik kebudayaan dunia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga menegaskan bahwa kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, budaya tidak hanya berfungsi sebagai kompas moral dan identitas bangsa, tetapi juga sebagai jalan tengah yang mampu menghadirkan solusi di tengah kompleksitas persoalan sosial, politik, dan ekonomi global.“Budaya bukan hanya sebagai kompas, namun juga jalan tengah, sebuah ruang solusi yang melampaui dikotomi kekuasaan dan kepentingan. The Power of Culture menjadi fondasi dalam konstruksi identitas bangsa dan memastikan bahwa pembangunan ekonomi, sosial, dan politik berjalan seimbang, berkelanjutan, dan berakar pada jati diri bangsa,” ucapnya.

Pengukuhan Profesor Kehormatan kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon didasarkan penilaian Universitas Nasional melalui pertimbangan akademis yang komprehensif. Pengukuhan ini didasarkan pada rekam jejak Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebagai politisi-akademisi, intelektual, dan budayawan yang secara konsisten merawat memori kolektif bangsa melalui pemikiran, karya, serta aksi nyata di bidang sejarah dan kebudayaan. Keterhubungan pemikirannya dengan Prof. Sutan Takdir Alisjahbana (STA), salah satu pendiri Universitas Nasional, menjadi fondasi penting dalam perjalanan intelektualnya, terutama dalam memandang kebudayaan sebagai energi hidup yang harus menjadi basis strategi pembangunan nasional.

Baca Juga :  Indonesia-Turki Sepakat Kolaborasi Produksi Film, Pameran Lukisan Serta Pembangunan Rumah Budaya Indonesia di Turki

Rekam jejak akademiknya tercermin sejak masa mahasiswa sebagai peraih berbagai penghargaan, hingga kiprahnya sebagai dosen luar biasa di Universitas Indonesia serta dosen tidak tetap di Universitas Nasional sejak 2018. Produktivitas intelektualnya terwujud dalam lebih dari 40 buku serta berbagai karya tulis dan jurnal nasional maupun internasional di bidang politik, kebudayaan, dan ekonomi kerakyatan.

Universitas Nasional juga mencatat komitmen kuat Menteri Fadli Zon dalam pelestarian sejarah dan kebudayaan melalui pendirian Fadli Zon Library, pengelolaan museum, serta rumah budaya yang telah menyelamatkan ribuan artefak dan naskah kuno, serta meraih puluhan penghargaan nasional dan internasional.

Selain itu, rekam jejak kepemimpinan di tingkat nasional dan global, baik sebagai pimpinan lembaga negara, Menteri Kebudayaan, maupun pembicara di berbagai forum strategis, turut menjadi pertimbangan utama dalam penganugerahan ini.

Turut hadir sejumlah tokoh dalam pengukuhan tersebut, antara lain Ketua MPR RI, Ahmad Muzadi; Menteri Koordinator Bidang Panjang Zulkifli Hasan; Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra; Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari; Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha; Kepala BRIN, Arif Satria; jajaran Anggota DPR RI; jajaran Kementerian Kebudayaan; jajaran Guru Besar dan sivitas akademika Universitas Nasional; serta para Duta Besar negara sahabat.

Menutup orasinya, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa kebudayaan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban dan memperkokoh persatuan bangsa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Universitas Nasional dan seluruh sivitas akademika atas kepercayaan serta kehormatan yang diberikan melalui penganugerahan gelar Profesor Kehormatan.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Weekend Bukan Sekadar Rebahan: 7 Cara Ngisi Waktu Buat Sehat dan Cuan.
Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Weekend Bukan Sekadar Rebahan: 7 Cara Ngisi Waktu Buat Sehat dan Cuan.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Berita Terbaru