JAKARTA, Oktober 2026 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ittihadul Mubalighin wa Muballighat Indonesia (IMMI) DKI Jakarta menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta untuk memperkuat ekonomi umat. Melalui kerja sama ini, para mubalig diharapkan tak hanya berdakwah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat di lingkungannya.
Hal itu dibahas dalam audiensi IMMI DKI Jakarta dengan Kadin DKI Jakarta di Sekretariat Kadin DKI Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Rombongan IMMI dipimpin Ketua DPW IMMI DKI Jakarta Ust. Agus Sudono atau yang akrab disapa GusDon. Ia didampingi jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Potensi Pemberdayaan Ekonomi (LP3E) IMMI, antara lain Ust. Prof. Sarji, Ust. Nafis, Ustazah Mimi, Hj. Dariah, Ust. Shofi, Dr. Habib Hakim, dan Ust. Hafidz.
GusDon mengatakan, dakwah di era sekarang menuntut ulama dan mubalig hadir dengan solusi atas persoalan nyata masyarakat, termasuk soal kesejahteraan ekonomi.
“Kami memandang Kadin DKI sebagai mitra strategis yang memiliki jaringan dan kapabilitas bisnis yang mumpuni. Sinergi ini bukan sekadar formalitas, melainkan ikhtiar nyata untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam praktik ekonomi,” ujar GusDon usai audiensi.
Ia berharap masjid dan majelis taklim bisa berkembang lebih dari sekadar tempat ibadah dan kajian.
“Kami ingin masjid dan majelis taklim tidak hanya menjadi pusat peradaban spiritual, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi umat,” katanya.
Buka akses modal hingga pasar
Menurut GusDon, IMMI ingin menjembatani para mubalig dan jemaah dengan berbagai sumber daya yang dimiliki anggota Kadin. Mulai dari akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, hingga jaringan pasar.
Kadin DKI Jakarta menyambut positif inisiatif tersebut. Pihak Kadin menilai, keterlibatan mubalig dalam ekosistem ekonomi punya nilai tambah besar karena para dai memiliki pengaruh dan kepercayaan kuat di tengah masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan melahirkan program konkret, seperti inkubasi bisnis syariah, pemberdayaan UMKM berbasis komunitas, dan literasi keuangan yang inklusif.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal sinergi antara dunia usaha dan organisasi keagamaan di Jakarta. Kedua pihak sepakat mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap berpijak pada nilai-nilai keumatan. (AN)
Penulis : Agus Nurdin
Editor : SR
Sumber Berita : Kadin DKI












