Sweeping di Lapas Kerobokan, 24 Napi Positif Gunakan Sabu dan Ekstasi

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan menunjukkan barang bukti narkoba, timbangan, bong dan handphone hasil sweeping di Lapas Kerobokan Bali, Jumat (30/10/2026).

Tim gabungan menunjukkan barang bukti narkoba, timbangan, bong dan handphone hasil sweeping di Lapas Kerobokan Bali, Jumat (30/10/2026).

BALI, Oktober 2026. Narkoba masih saja beredar bebas di Lapas Kerobokan. Hal itu menyusul ditemukannya 24 narapidana (napi) yang positif menggunakan narkoba.

Ke-24 napi itu terjaring dalam sweeping yang dilakukan Bareskrim Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN), Jumat (30/10/2026).

Yang mencengangkan, selain mendapati puluhan napi mengkonsumsi barang haram, tim gabungan juga menemukan sabu dan ekstasi di dalam penjara terbesar di Bali ini.

“Ditemukan sabu seberat 10,36 gram dan 5 ½ butir ekstasi,” kata Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce yang memimpin sweeping.

Baca Juga :  Telkomsel Gandeng Synchronoss Hadirkan Paket Cloud Storage Capsyl, Solusi Mudahkan Pelanggan Kelola dan Simpan Konten Digital

Dia melanjutkan, tim gabungan juga menemukan alat untuk mengisap sabu alias bong. Ditemukan juga timbangan elektrik yang biasa dipakai oleh pengedar sabu.

Selain itu, tim gabungan menemukan benda-benda yang seharusnya tidak boleh dipakai oleh napi di dalam penjara berupa 21 unit telepon genggam.

Puluhan handphone itu didapat dari hasil penggeledahan di sejumlah blok di dalam Lapas, termasuk blok yang dihuni napi kasus narkoba.

Pasma menjelaskan, selama sweeping, total ada 36 napi yang menjalani tes urine. Hasilnya, 23 napi positif menggunakan sabu, satu napi positif ekstasi dan sisanya negatif.

Baca Juga :  Tak Sekadar Jaga Keamanan, Polri Ajak Pelajar Peduli Pendidikan dan Lingkungan

Pasma melanjutkan, pendalaman masih dilakukan untuk mengungkap pemilik sabu dan ekstasi, jaringannya dan bagaimana narkoba itu bisa masuk ke dalam Lapas.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak lima napi ikut digelandang ke Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pasma menambahkan, temuan hasil sweeping itu harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti secara serius pihak terkait.

“Pengawasan terhadap warga binaan, petugas, pengunjung dan jalur keluar masuk barang ke Lapas harus diperkuat,” pinta Pasma.

Penulis : Miftachul Chusna (Bali)

Editor : SR

Berita Terkait

Soal TIME100 Next Gala d2026 di New York, Danantara Tegaskan Tak Bayar Sponsorship
Kadin Catat Sederet Capaian Investasi di Era Prabowo: dari Energi hingga Teknologi Digital
Soal Digital Leadership, Meutya Hafid: Saatnya Anak Muda Menentukan Arah Pemanfaatan AI
KADIN DKI Jakarta Terima Delegasi Hunan, Jajaki Kerja Sama Pertanian dalam Kerangka RCEP
I Think You Need to Become a Beginner Again
Wakili Wilayah Tengah, Ketum KADIN DKI Diana Dewi Sampaikan Pandangan Umum di Rapimnas KADIN 2026
Dari Vokalis Band Menjadi Solois, Kiki Tuangkan Pengalaman Personal dalam Single Debut “Till My Heart Gives Up”
Telkom Raih “SOE In-House of The Year” di ALB Indonesia Law Awards 2026
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:50 WIB

Soal TIME100 Next Gala d2026 di New York, Danantara Tegaskan Tak Bayar Sponsorship

Minggu, 1 November 2026 - 09:31 WIB

Kadin Catat Sederet Capaian Investasi di Era Prabowo: dari Energi hingga Teknologi Digital

Minggu, 1 November 2026 - 05:10 WIB

Soal Digital Leadership, Meutya Hafid: Saatnya Anak Muda Menentukan Arah Pemanfaatan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:35 WIB

KADIN DKI Jakarta Terima Delegasi Hunan, Jajaki Kerja Sama Pertanian dalam Kerangka RCEP

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:17 WIB

I Think You Need to Become a Beginner Again

Berita Terbaru

sumber foto: sahil@sahilbloom.com

Aneka Berita

I Think You Need to Become a Beginner Again

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:17 WIB