Bogor, 1 November 2026 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia dan sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10).
Pertemuan diawali dengan laporan Ketua Umum KADIN Anindya Bakrie dengan menyampaikan sejumlah hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 termasuk juga perkembangan investasi nasional dan komitmen dunia usaha dalam mendukung penguatan ekonomi Indonesia.
Sekretariat Kabinet dalam keterangannya, Sabtu (31/10) menjelaskan, investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pengusaha terhadap ekonomi nasional.
Selain itu, investasi domestik termasuk keterlibatan pengusaha kelas menengah juga turut memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Dunia usaha juga menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan industri masa depan, seperti kendaraan listrik, energi terbarukan, dan pusat data yang memiliki potensi penggunaan komponen lokal.
Dalam kesempatan itu, Anindya turut memaparkan perkembangan investasi riil dunia usaha nasional dan asing selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2026.
Sejumlah proyek telah diresmikan maupun mulai beroperasi di berbagai wilayah Indonesia, mencakup sektor energi, hilirisasi industri, manufaktur, infrastruktur, teknologi digital, hingga industri kesehatan.
Di sektor energi dan energi terbarukan, sejumlah proyek yang dipaparkan antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit 1, PLTP Sorik Marapi 5, PLTP Salak Binary, PLTGU Jawa-1, PLTA Jatigede, PLTA Asahan 3, PLTGU Muara Tawar, dan PLTGU Tambak Lorok.
Sementara itu, pada sektor hilirisasi dan industri baterai kendaraan listrik, terdapat proyek HPAL Weda Bay, HPAL Morowali, HPAL Pulau Obi, HPAL Pomalaa, Smelter Tembaga Nusa Tenggara Barat, Smelter Emas Gresik, serta fasilitas produksi baterai kendaraan listrik di Weda Bay, Karawang, dan Batang.
Pada sektor manufaktur dan otomotif, investasi yang dipaparkan meliputi pabrik mobil di Karawang dan Purwakarta, fasilitas produksi kendaraan listrik di Subang, serta pengembangan bus dan truk listrik. Proyek lainnya mencakup industri aluminium dan alat berat di Weda Bay serta fasilitas petrokimia LINE.
Pengembangan infrastruktur dan teknologi digital juga menjadi bagian dari paparan tersebut. Sejumlah proyek yang ditampilkan antara lain pusat data Nongsa dan Batam, Jalan Tol Kediri–Tulungagung, Tol Ciawi–Sukabumi, Tol Probolinggo, serta Tol Yogyakarta–Solo.
Selain itu, terdapat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Terminal BBM Tanjung Batu, fasilitas produksi alat kesehatan di Batang, serta fasilitas daur ulang di Batang.
Berbagai proyek itu mencerminkan keterlibatan pelaku usaha nasional maupun investor asing dalam mendorong pengembangan kapasitas industri, memperkuat rantai pasok domestik, serta menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
Editor : SR
Sumber Berita : Bakom RI












