urbandiginews.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) menghimpun laporan kejadian bencana yang terjadi sejak Rabu (17/12) hingga Kamis (18/12) pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, bencana hidrometeorologi tercatat terjadi di dua wilayah Indonesia, yakni Provinsi Banten dan Maluku.
Di Provinsi Banten, banjir melanda Kabupaten Pandeglang akibat curah hujan tinggi yang disertai angin kencang pada Rabu (17/12). Kondisi tersebut memicu luapan Sungai Cilemer yang merendam permukiman warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia, dengan ketinggian air berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter.
BNPB mencatat sebanyak 422 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan kerusakan material mencapai 422 unit rumah. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pandeglang telah melakukan monitoring serta kaji cepat di lokasi terdampak. Hingga Rabu (17/12), hujan ringan hingga sedang masih terjadi, dan warga terdampak dilaporkan masih bertahan di rumah masing-masing.
Sementara itu, di Provinsi Maluku, banjir terjadi di Negeri Effa, Kecamatan Kesui Watubela, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (12/12). Luapan sungai setempat merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter.
Sebanyak 24 KK atau 96 jiwa terdampak, dengan kerugian material berupa 24 unit rumah rusak. BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan asesmen di lokasi. Hingga Rabu (17/12), banjir dilaporkan masih belum surut.
Prakiraan Cuaca Tiga Hari ke Depan
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan. Secara umum, cuaca di Indonesia diperkirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, potensi hujan intensitas sedang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Sementara itu, peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat (Siaga) berpotensi terjadi di wilayah Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Adapun potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Kepulauan Riau, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
BNPB mengimbau masyarakat untuk menghindari area terbuka saat hujan disertai petir dan angin kencang, menjauhi pohon maupun bangunan rapuh, serta tetap siaga menghadapi perubahan cuaca. Warga juga diharapkan memahami langkah evakuasi mandiri apabila kondisi darurat terjadi.
Penulis : Coki Dasopang
Editor : Marah Bangun
Sumber Berita : https://bnpb.go.id







