Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“TelkomGroup prioritaskan stabilitas jaringan selama fase normalisasi pascabencana”

 

urbandiginews.com – Sesaat setelah gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), PT Telkom Akses (Telkom Akses), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), langsung mengerahkan lebih dari 150 teknisi untuk memulihkan infrastruktur jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak. Respons cepat tanggap melalui Telkom Akses menjadi bagian dari upaya TelkomGroup untuk mengidentifikasi dan memastikan ketersediaan konektivitas masyarakat di tengah situasi darurat.

Upaya pemulihan yang dilakukan TelkomGroup telah mengembalikan konektivitas dan layanan digital di wilayah NTT secara penuh hanya dalam waktu tiga hari. Di tengah kondisi pascabencana, proses perbaikan jaringan harus dilakukan dalam situasi yang tidak selalu mudah. Para teknisi Telkom Akses menelusuri sumber gangguan, memeriksa kondisi jaringan, dan melakukan perbaikan di sejumlah titik, sembari menghadapi medan yang berubah, akses lokasi yang terbatas, hingga potensi bahaya di sekitar area kerja.

Direktur Utama Telkom Akses Irphan Wijaya mengatakan, “Dalam kondisi bencana, konektivitas bukan lagi sekadar layanan, tetapi menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Karena itu, kami memastikan tim di lapangan dapat bergerak cepat untuk memulihkan infrastruktur jaringan dan mendukung masyarakat agar tetap terhubung,”.

Baca Juga :  Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Prangko dan Budaya Menulis Surat.

Menurutnya, percepatan pemulihan tidak dapat dipisahkan dari kesiapan personel, koordinasi operasional, serta kemampuan teknisi dalam beradaptasi terhadap kondisi lapangan yang dinamis.

Teknisi Telkom Akses melakukan perbaikan infrastruktur jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bagi para teknisi yang terjun langsung ke lapangan, setiap titik gangguan memiliki tantangan tersendiri. Di Ende, misalnya, lokasi pekerjaan berada di kawasan rawan longsor dan berdekatan dengan jurang. Kondisi tersebut membuat proses penarikan maupun penyambungan kabel membutuhkan kewaspadaan ekstra. Sebelum pekerjaan dimulai, tim terlebih dahulu memastikan kondisi lingkungan, mengidentifikasi potensi bahaya, dan menentukan langkah penanganan yang paling aman.

Pekerjaan kemudian dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip Health, Safety, and Environment (HSE). Penggunaan alat pelindung diri, komunikasi antarpersonel, pemeriksaan kondisi lingkungan, hingga penerapan prosedur kerja menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap penanganan gangguan. Di tengah tuntutan untuk memulihkan jaringan dengan cepat, keselamatan teknisi tetap menjadi prioritas, terlebih kondisi medan pascabencana dapat berubah sewaktu-waktu.

“Kami mengapresiasi seluruh teknisi yang terus menunjukkan dedikasi untuk hadir di tengah masyarakat NTT. Mereka tidak hanya menjalankan pekerjaan teknis, tetapi juga membawa misi untuk memastikan konektivitas dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat. Namun, yang tidak kalah penting, seluruh teknisi harus tetap mengutamakan keselamatan dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat,” lanjut Irphan.

Baca Juga :  Telkom Perkuat Ekosistem AI di Indonesia Lewat IndigoHub & IndigoSpace

Kehadiran teknisi di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat kembali terhubung. Bagi warga yang sedang melalui masa pemulihan, jaringan telekomunikasi membantu mereka menghubungi keluarga, memperoleh informasi, berkoordinasi, hingga kembali menjalankan aktivitas sehari-hari. Sementara bagi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, konektivitas turut mendukung kelancaran koordinasi di lapangan.

Teknisi Telkom Akses memberikan penjelasan kepada warga terdampak gempa di pos pengungsian di Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya memastikan konektivitas tetap mendukung kebutuhan komunikasi masyarakat selama masa pemulihan.

Setelah seluruh proses pemulihan site di NTT rampung, tim teknisi Telkom Akses terus melakukan pemantauan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah operasional Flores. Kesiapan personel dan dukungan operasional di lapangan juga terus diperkuat untuk memastikan jaringan tetap andal selama fase normalisasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Pemulihan jaringan bukan hanya tentang mengembalikan infrastruktur yang sempat terganggu, tetapi juga membuka kembali akses masyarakat untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Di balik setiap konektivitas yang kembali terjaga, TelkomGroup melalui Telkom Akses terus hadir di lapangan untuk memastikan masyarakat NTT dapat kembali menjalani aktivitasnya.
#ElevatingYourFuture

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Weekend Bukan Sekadar Rebahan: 7 Cara Ngisi Waktu Buat Sehat dan Cuan.
BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Guru-guru Sulawesi Beradu Inovasi STEM di Teacher Tech Championship 2026, Karyanya Bikin Kagum
Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026
Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Weekend Bukan Sekadar Rebahan: 7 Cara Ngisi Waktu Buat Sehat dan Cuan.

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:50 WIB

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Guru-guru Sulawesi Beradu Inovasi STEM di Teacher Tech Championship 2026, Karyanya Bikin Kagum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

Berita Terbaru