Grass Park: Gelombang Baru dari Medan yang Menyatukan Kampus dan Panggung Indie

- Penulis

Selasa, 18 November 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah hiruk-pikuk skena musik alternatif Indonesia, muncul satu nama baru yang belakangan mencuri banyak telinga: Grass Park. Band asal Medan ini seperti hembusan angin segar—datang dari ruang kelas, muncul di studio kecil, lalu melesat ke panggung-panggung independen dengan energi khas anak muda yang sedang menemukan suaranya.

Terbentuk pada Januari 2025, Grass Park terdiri dari empat sosok dengan karakter musikal yang saling menguatkan: Raisya Aqila (vokal & gitar), Denis Alviano (gitar), Hoki Said (bass), dan Jhony Wijaya (drum). Nama mereka mulai ramai dibicarakan setelah merilis single “Memoirs” pada 21 Maret 2025—lagu yang menghadirkan kesan emosional ala midwest emo, dipadukan ketukan dinamis yang mengingatkan pada math rock kontemporer. Keseriusan mereka semakin terlihat melalui mini album Fleeting Moment yang rilis pada Juni 2025.

Namun yang membuat Grass Park menarik bukan hanya musiknya, melainkan dualitas yang mereka hidupi. Dua personelnya, Raisya dan Hoki, masih aktif sebagai mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU). Ya, sebagian proses kreatif Grass Park tumbuh di sela-sela ruang kuliah, tugas akademik, hingga rapat kelompok.

Baca Juga :  Perkuat Penerapan ESG di Telkom Regional 1 Lewat GoZero% Goes to Medan

Raisya mengakui bahwa hidup sebagai mahasiswa sekaligus musisi membuat hari-harinya berjalan dalam tempo yang tak biasa.

“Aku terbiasa nyusun jadwal biar semuanya jalan bareng. Sebenarnya banyak terbantu dari kuliah juga, karena ada mata kuliah manajemen yang bikin aku lebih rapi,” ujarnya.

Bagi Raisya, tantangan terbesar bukan pada teknis bermusik, tetapi pada menjaga energi dan konsistensi. Banyak musisi muda akhirnya goyah ketika beban kuliah mulai menumpuk, tetapi Grass Park justru melihat itu sebagai latihan mental.

“Keseimbangan itu penting banget. Kalau bisa dijaga, justru bikin kita lebih disiplin dan kreatif,” tambahnya.

Selain dukungan kampus, Grass Park punya hubungan emosional dengan para pendengarnya. Musik mereka bukan sekadar konsumsi telinga—ia menjadi ruang pelarian, teman sekaligus pantulan perasaan.

“Kami senang lagu-lagu kami bisa menemani pendengar di momen apa pun. Itu yang bikin kami terus semangat,” kata Raisya.

Masuk ke ranah musik independen membuat Grass Park belajar satu hal penting: keaslian adalah mata uang yang paling berharga. Di tengah industri kreatif yang penuh kompetisi, mereka memilih tetap spontan, jujur, dan organik dengan warna musik yang mereka yakini.

Baca Juga :  Kolaborasi Telkom dan Media Hadirkan Sinergi Lintas Industri untuk Inovasi AI di Lingkungan Kampus

Dengan atmosfer kampus yang suportif, komunitas musik Medan yang solid, dan karya yang perlahan menemukan tempatnya, Grass Park mulai naik sebagai representasi generasi baru musisi muda—produktif, disiplin, dan tidak takut mengeksplorasi suara sendiri.

Gelombang awal mereka sudah terdengar. Sisanya hanya menunggu waktu sebelum Grass Park menjadi salah satu nama yang diperhitungkan dalam skena alternatif nasional.

Penulis : Ferdi Rakiven Sianturi - Quintara Publisher

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Pos Indonesia Akan Terus Berkolaborasi Dengan Berbagai Pihak Untuk Menghadirkan Program-Program Edukatif Yang Mampu Menghidupkan Kembali Budaya Literasi
Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Prangko dan Budaya Menulis Surat.
HSBI Siapkan Gebrakan Seni dan Budaya Sepanjang 2026, dari Aksi Sosial hingga Road to School
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menerima Anugerah Gelar Profesor Kehormatan Dari Universitas Nasional
Hadiri Peringatan Hari Pers Nasional 2026, Menteri Kebudayaan Teguhkan Peran Pers dalam Pemajuan Budaya Indonesia
HUG K-Pop Concert Jadi Wujud Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia-Korea
Menteri Kebudayaan Tegaskan Percepatan Pemugaran Kawasan Percandian Muarajambi
Berita ini 120 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:39 WIB

Pos Indonesia Akan Terus Berkolaborasi Dengan Berbagai Pihak Untuk Menghadirkan Program-Program Edukatif Yang Mampu Menghidupkan Kembali Budaya Literasi

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:06 WIB

Fadli Zon Ajak Generasi Muda Cintai Prangko dan Budaya Menulis Surat.

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:20 WIB

HSBI Siapkan Gebrakan Seni dan Budaya Sepanjang 2026, dari Aksi Sosial hingga Road to School

Rabu, 11 Februari 2026 - 16:26 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Menerima Anugerah Gelar Profesor Kehormatan Dari Universitas Nasional

Berita Terbaru