Ibu Hamil, Anak Balita, dan Siswa SD hingga SMA di Sejumlah Daerah Dipastikan Menerima Makan Bergizi Gratis pada 6 Januari 2025

- Penulis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com — Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis akan dimulai pada esok hari 6 Januari 2025. Pelaku usaha lokal dilibatkan untuk menyuplai bahan makanan agar program ini juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.

Kepastian pelaksanaan program ini ditegaskan oleh sejumlah menteri setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (3/1/2025). Rapat terbatas yang berlangsung sekitar dua jam itu antara lain membahas soal program Makan Bergizi Gratis, penghapusan utang UMKM, dan pemberdayaan pekerja migran.

Hadir dalam rapat terbatas itu antara lain Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri Desa Yandri Susanto, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman.

Menteri Koperasi Budi menjelaskan bahan-bahan makanan yang disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis berasal dari komoditas lokal. Para pelaku usaha, termasuk badan usaha milik desa (BUMDes) akan dilibatkan untuk mendukung program itu. Dengan demikian, program ini tidak hanya dirasakan oleh para penerima manfaat, tetapi juga petani, peternak, dan pedagang lokal. Hal itu sesuai rahan Presiden Prabowo bahan bakunya harus dari Indonesia, dari desa, bukan impor. Sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat

“untuk kebutuhan susu, diupayakan agar dipenuhi dari produksi di tiap-tiap daerah. Salah satu provinsi yang kemungkinan dapat memenuhi kebutuhan susu di daerahnya adalah Jawa Timur” ujar Arie.

Baca Juga :  Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan Papua Barat, AdMedika Jalin Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kaimana

Sementara itu Menteri Desa Yandri Susanto, menambahkan, sebanyak 20 persen dari total anggaran dana desa di tahun 2025, yakni sebesar Rp 71 trilun, akan dialokasikan untuk ketahanan pangan. BUMDes pun akan turut dilibatkan untuk menyuplai kebutuhan program makan bergizi gratis. Mereka dapat berkontribusi menyalurkan sejumlah hasil bumi, seperti jagung, ikan, dan buah sesuai keunggulang masing-masing desa.

”Arahan Bapak Presiden, program Makan Siang Bergizi dilakukan bersama-sama dengan koperasi dan BUMDes. Maka, sepatutnya bahan bakunya juga berasal dari desa,” katanya.

Dorong pertumbuhan ekonomi

Sebelumnya, Menteri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan, implementasi program Makan Bergizi Gratis di 2025 dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi hingga 0,86 persen. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional dalam rangka pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 di Jakarta, Senin (30/12/2024).

”Pemerintah akan menggelontorkan Rp 71 triliun untuk menjalankan program ini (di tahun 2025) yang akan mendorong permintaan baru terhadap hasil pertanian, pangan, dan lapangan kerja, sarana dan prasarana logistik, serta menumbuhkan desa swasembada pangan, energi dan air,” ujarnya.

Rachmat Pambudy menjelaskan, berdasarkan perhitungan Bappenas, program Makan Bergizi Gratis pada tahun pertama dapat menopang tambahan pertumbuhan ekonomi hingga 0,86 persen.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebutkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditargetkan dapat mencakup 82,9 juta jiwa pada tahun 2027.

Baca Juga :  Kekayaan budaya maritim Indonesia harus dapat memotivasi civitas akademika Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) untuk ikut menjaga kearifan lokal dunia maritim


Program makan bergizi gratis ini akan diberikan antara lain kepada ibu hamil, anak balita, dan siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pemerintah menargetkan dapat menyelesaikan 40 persen dari target 82 juta penerima manfaat pada tahun pertama pelaksanaan program makan bergizi gratis.

Pemilihan lokasi pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk tahun pertama program ini didasarkan pada kesiapan tiap-tiap daerah. Skema lain disiapkan untuk daerah yang belum memiliki infrastruktur memadai agar program ini tetap berjalan.

”Diharapkan dari tahun ke tahun program yang termasuk dalam PSN (Proyek Strategis Nasional) ini akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.

Presiden Prabowo menyampaikan, program makan bergizi ini bisa menambah jumlah uang yang beredar di desa. Diperkirakan jumlah uang yang beredar di tiap-tiap desa mencapai Rp 7 miliar, atau tujuh kali lipat dari dana desa yang saat ini dianggarkan, yakni Rp 1 miliar per desa.

Kendati dipastikan akan meningkatkan jumlah perputaran uang di daerah, Presiden dengan tegas memperingatkan kepada seluruh pemangku kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk tidak menjadikan program ini sebagai ladang korupsi.

”Saya ingatkan untuk seluruh aparat, budaya mark up penggelembungan barang/proyek dan anggaran itu adalah korupsi. Itu adalah merampok uang rakyat. Kalau bikin proyek Rp 100 juta, ya, (laporkan) Rp 100 juta, jangan bilang jadi Rp 150 juta,” ucap Prabowo.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026
Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:50 WIB

BNI Perkuat Intermediasi Perbankan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Neraca Sehat dan Kuat, Bank Mandiri Catat Laba Rp45,5 Triliun Hingga Kuartal III 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Berita Terbaru