Inovasi Larvasida Alami dari Biji Jarak dan Cabai Merah untuk Pengendalian Jentik Nyamuk Aedes Aegypti

- Penulis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN, Oktober 2026 — Pemanfaatan bahan alami sebagai alternatif pengendalian jentik nyamuk menjadi salah satu upaya yang dikaji dalam penelitian kesehatan masyarakat. Biji jarak dan cabai merah menjadi bahan yang diteliti sebagai larvasida alami untuk membantu mengendalikan jentik nyamuk Aedes aegypti, penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD). Inovasi ini berangkat dari upaya mencari alternatif pengendalian jentik dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Informasi mengenai inovasi tersebut disampaikan oleh Miftahussakdan, mahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) yang turut membantu penelitian dosennya, Ir. Indra Chahaya S., M.Si. dan Winni R. E. Tumanggor, SKM., MPH., mengenai larvasida berbahan ekstrak biji jarak. Penelitian tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Sakdan dalam penelitian dosen. Namun, saat melangkah ke tahap pengabdian masyarakat, cabai merah dikembangkan sebagai alternatif yang lebih mudah diperoleh warga secara mandiri.

 “Awalnya fokus riset dosen aku itu pakai ekstrak biji jarak karna pada saat itu biji jarak banyak di Medan. Tapi karena pohon jarak sekarang makin susah dicari, kami kembangkanlah opsi cabai merah ini supaya masyarakat bisa lebih gampang mempraktikkannya sendiri di rumah,” jelas Sakdan. 

Baca Juga :  Sadar Waktu Gandeng Komunitas Seabolga dan Medan Book Party di Main Event ‘Sejenak Tanpa Layar’

Pengujian pemanfaatan cabai merah sebagai larvasida turut dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. Kegiatan tersebut melibatkan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang berpartisipasi dalam pemantauan selama dua minggu. Penerapannya menggunakan ovitrap atau perangkap telur nyamuk yang dibuat dari wadah bekas dengan bagian luar dilapisi lakban hitam untuk menarik nyamuk bertelur. Wadah tersebut kemudian digunakan dalam pengujian larvasida berbahan cabai merah sesuai dengan metode penelitian.

“Melalui pemantauan berkala selama dua minggu, kami melihat adanya perubahan pada keberadaan jentik di wadah perangkap yang digunakan,” ungkap Sakdan. Penggunaan bahan alami seperti cabai merah tetap memerlukan perhatian terhadap daya tahan dan efektivitasnya karena kondisi bahan dapat berubah selama penyimpanan atau penggunaan. Oleh sebab itu, pemantauan dan penggantian wadah perlu disesuaikan dengan hasil pengujian serta metode yang diterapkan dalam penelitian.

Baca Juga :  TelkomMetra Dorong Inovasi Digital lewat AI dan Data Analitycs

Inovasi ini menjadi salah satu bentuk eksplorasi pemanfaatan bahan alami dalam pengendalian jentik nyamuk. Penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut diharapkan dapat memperluas kajian mengenai pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di sekitar sebagai alternatif pengendalian jentik. Pemanfaatan biji jarak dan cabai merah dalam pengembangan larvasida alami menunjukkan adanya potensi bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar untuk dikaji sebagai alternatif pengendalian jentik nyamuk. Melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan metode pengendalian jentik yang lebih ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penulis : Revalina Narra Publisher

Editor : SR

Berita Terkait

Soal TIME100 Next Gala d2026 di New York, Danantara Tegaskan Tak Bayar Sponsorship
Kadin Catat Sederet Capaian Investasi di Era Prabowo: dari Energi hingga Teknologi Digital
Soal Digital Leadership, Meutya Hafid: Saatnya Anak Muda Menentukan Arah Pemanfaatan AI
KADIN DKI Jakarta Terima Delegasi Hunan, Jajaki Kerja Sama Pertanian dalam Kerangka RCEP
I Think You Need to Become a Beginner Again
Sweeping di Lapas Kerobokan, 24 Napi Positif Gunakan Sabu dan Ekstasi
Wakili Wilayah Tengah, Ketum KADIN DKI Diana Dewi Sampaikan Pandangan Umum di Rapimnas KADIN 2026
Dari Vokalis Band Menjadi Solois, Kiki Tuangkan Pengalaman Personal dalam Single Debut “Till My Heart Gives Up”
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:50 WIB

Soal TIME100 Next Gala d2026 di New York, Danantara Tegaskan Tak Bayar Sponsorship

Minggu, 1 November 2026 - 09:31 WIB

Kadin Catat Sederet Capaian Investasi di Era Prabowo: dari Energi hingga Teknologi Digital

Minggu, 1 November 2026 - 05:10 WIB

Soal Digital Leadership, Meutya Hafid: Saatnya Anak Muda Menentukan Arah Pemanfaatan AI

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:35 WIB

KADIN DKI Jakarta Terima Delegasi Hunan, Jajaki Kerja Sama Pertanian dalam Kerangka RCEP

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:17 WIB

I Think You Need to Become a Beginner Again

Berita Terbaru

sumber foto: sahil@sahilbloom.com

Aneka Berita

I Think You Need to Become a Beginner Again

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:17 WIB