urbandiginews – Sebagai Kementerian yang pertama dan baru sebulan dibentuk tentunya banyak harapan dari pelaku kebudayaan terhadap Kementerian Kebudayaan. Selama satu bulan ini sebagai menteri Fadlizon telah bertemu dengan pelaku-pelaku budaya dan mengunjungi berbagai lokasi budaya yang memuat banyak warisan dan karya budaya masyarakat Indonesia. Karena itu dalam upaya pemajuan Kebudayaan Fadizon pada sambutan pada Pameran Photo Etnografi Pencak Silat Sumatera Barat di Makara Art Center, Kampus UI Depok, 20/11/2024, ia menegaskan bahwa Kementrian Kebudayaan adalah alat pelaku kebudayaan dalam perawatan, pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
“Pameran ernofotografi Pak Edi ini juga bagian dari kegiatan Kemenbud sebagai alat pelaku kebudayaan Nah Kalo alat tidak diperalat jangan salahkan alatnya, ujar Fadlizon.
Menyinggung tentang pencak silat yang sudah ditetapkan sebagai warisan tak benda dunia oleh UNESCO pada tahun 2019, Fadlizon yang juga berdarah minang menyatakan perlu upaya lebih dalam lagi untuk merawat dan memajukan tradisi pencak silat Indonesia. Pauleh sebagai tema pameran adalah Jembatan Diplomasi Budaya Memperkuat Silaturahmi. Istimewanya menurut Fadli Silek Minang tidak dikoreografi tapi ada pakem yang ketika ditampilkan para tuo silek paham jurus apa yang harus ditampilkan.
“Nilai2 tinggi pewarisan nilai-nilai, ada baiat, akad, pereh, ritual dan tarekat menyatu dalam gerak dan ekspresi. Selain itu peluang di media seperti fllm “merantau” “the raid 1 dan 2″ memang dahsyat untuk diplomasi dan promosi kebudayaan”, tambah Fadli.
Sebelum menjadi menteri dan masih menjadi anggota DPR RI ia pernah mempertemukan pendekar-pendekar silat Sumatera Barat dan Silat Jawa Barat. Dua aliran silat ini adalah aset kebudayaan yang harus terus dijaga, dirawat dan dilestarikan sehingga mampu menjadi subyek pemajuan kebudayaan.
Fadlizon menambahkan selama ini dia sudah berkunjung ke lebih dari 100 negara dan melihat aset kebudayaan mereka. Ia menilai Indonesia adalah negara yang memiliki aset kebudayaan terbesar di dunia. Bahkan ia yakin bahwa peradaban tertua ada di Indonesia. Namun sayang generasi muda masih kurang percaya diri.
“di kawah goa lidah air Sumatera Barat ditemukan fosil gigi manusia modern yang berusia lebih dari 50 ribu tahun, ini adalah bukti peradaban tertua itu ada di Indonesia, ujarnya.
Penulis : Marah Bangun
Editor : Marah Bangun









