Paylater Lebih Kejam dari Pinjol? Yuk, Pahami Risikonya!

- Penulis

Jumat, 6 Desember 2024 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com –  Belakangan, layanan paylater semakin populer di Indonesia. Fitur ini memudahkan pengguna untuk membeli barang atau jasa secara “beli sekarang, bayar nanti.”

Namun, ada pertanyaan yang mulai mencuat: Apakah paylater lebih kejam dari pinjaman online (pinjol)?

Apa Itu Paylater?

Paylater adalah metode pembayaran berbasis kredit yang memungkinkan pengguna membayar tagihan di kemudian hari.

Layanan ini sering ditawarkan oleh e-commerce, aplikasi transportasi, hingga platform digital lainnya.

Sekilas, paylater terlihat lebih aman dibanding pinjol.

Namun, beberapa pengguna mulai menyadari bahwa paylater juga bisa menimbulkan risiko serius jika tidak digunakan dengan bijak.

Kenapa Paylater Bisa Lebih Kejam?

#1. Bunga dan Biaya Tersembunyi
Beberapa layanan paylater menerapkan bunga atau biaya admin yang tampaknya kecil, tetapi bisa membengkak jika pembayaran terlambat.

Baca Juga :  Teknologi AI BigBox Telkom Bantu Perusahaan dan Instansi Pemerintah Tingkatkan Produktivitas Serta Pengambilan Keputusan Berbasis Data.

Akibatnya, total tagihan bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

#2. Kemudahan yang Menjebak
Proses aktivasi paylater sangat mudah, bahkan lebih cepat dari pinjol.

Hal ini membuat pengguna cenderung menggunakan fitur ini tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial mereka.

#3. Tidak Disadari Sebagai Utang
Banyak pengguna yang menganggap paylater hanyalah fasilitas pembayaran biasa, bukan utang.

Padahal, paylater adalah bentuk kredit yang memiliki konsekuensi serius jika gagal bayar, seperti denda hingga pelaporan ke kreditur.

#4. Laporan ke SLIK OJK
Sama seperti pinjol, penggunaan paylater juga dilaporkan ke Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Jika Anda telat bayar, skor kredit Anda bisa turun, sehingga menyulitkan untuk mengajukan pinjaman di masa depan.

Baca Juga :  Telkomgroup Melalui Mitratel dan AALTO Lanjutkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Stratospace dan Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia

Tips Menggunakan Paylater dengan Bijak

  • Gunakan Hanya untuk Kebutuhan Penting
    Hindari memakai paylater untuk pembelian impulsif.
  • Pahami Bunga dan Denda
    Sebelum menggunakan layanan paylater, pastikan Anda membaca syarat dan ketentuan dengan teliti.
  • Bayar Tepat Waktu
    Disiplin dalam membayar tagihan untuk menghindari denda dan kerugian finansial.

Kesimpulan

Baik paylater maupun pinjol memiliki risiko masing-masing.

Jika tidak digunakan dengan bijak, paylater bisa menjadi “jebakan utang” yang berbahaya.

Solusinya adalah selalu berhati-hati, bijak dalam pengeluaran, dan pastikan Anda memahami konsekuensinya sebelum menggunakan layanan ini.

Gunakan paylater dengan cerdas agar tidak terjebak dalam masalah keuangan!

Penulis : Igma Budi

Editor : Igma Budi

Berita Terkait

Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo dan Perubahan Pengurus, Tunjuk Dirut Baru Perseroan
InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2, Dorong Kesiapan Infrastruktur Hadapi Pertumbuhan Trafik Data
GoZero% Goes to Klangon, Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
GoZero% Goes to Klangon, Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat
Menkomdigi Kunjungi Kantor Telin di Los Angeles, Dorong Ekosistem Digital Indonesia Go Global
The Telkom Hub Capai Net Zero Emisi, 66 Lokasi PoP Telkom Menggunakan 21% Energi Terbarukan
Bersama Danantara, TelkomGroup Siapkan Infrastruktur Data Center Menuju Sovereign AI Indonesia
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital

Rabu, 30 September 2026 - 22:23 WIB

RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo dan Perubahan Pengurus, Tunjuk Dirut Baru Perseroan

Rabu, 30 September 2026 - 08:43 WIB

InfraNexia dan CCSI-KD Kembangkan SKKL SUB-2, Dorong Kesiapan Infrastruktur Hadapi Pertumbuhan Trafik Data

Selasa, 29 September 2026 - 20:20 WIB

GoZero% Goes to Klangon, Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 28 September 2026 - 21:07 WIB

GoZero% Goes to Klangon, Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Berita Terbaru