Menyikapi Film Animasi Merah Putih: One For All Oleh: Budi Sumarno(penulis buku Cinema Therapy,Founder Inklusi Film)

- Penulis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Belakangan ini publik ramai membicarakan film animasi Merah Putih: One For All. Perhatian tertuju bukan hanya pada momen rilisnya yang berdekatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke-80, tetapi juga pada proses produksinya yang terbilang kilat—hanya 1–2 bulan mulai Juni 2025—dengan anggaran sekitar Rp 6,7 miliar.(Menurut berita di beberapa media,namun produser mengklarifikasi tidak se-rupiah-pun menerima Dana Dari pemerintah) Film ini rencana tayang di bioskop mulai 14 Agustus 2025,sebuah slot strategis yang biasanya sulit diperoleh di tengah antrean panjang film lokal dan internasional di jaringan besar seperti XXI.

Sinopsis dan Alur Cerita

Film ini bercerita tentang delapan anak dari latar budaya berbeda Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa yang membentuk “Tim Merah Putih”. Tiga hari menjelang upacara 17 Agustus, bendera pusaka desa hilang. Mereka harus menempuh hutan lebat, sungai deras, badai, dan mengatasi perbedaan demi mengibarkan Sang Merah Putih tepat waktu. Cerita sarat pesan persatuan, keberanian, dan persahabatan.

Baca Juga :  "Dendam Dalam Dosa", Film Horor Berlatar Keindahan Alam Majalengka Siap Tayang 10 April 2025

Respon publik beragam. Ada yang mengapresiasi pesan nasionalisme, namun tak sedikit yang mengkritisi kualitas visual, dugaan penggunaan aset siap pakai, serta kecepatan produksi. Penggunaan bahasa Inggris pada judul (“One For All”) juga memicu perdebatan, karena dianggap mengurangi nuansa kebangsaan. Pertanyaan lain muncul: apakah tema kemerdekaan memberi film ini prioritas tayang, sementara produser lain masih menunggu slot pasti?

Film ini lolos sensor Lembaga Sensor Film (LSF) tanpa informasi adanya pemotongan konten. Artinya, film dinilai aman untuk semua usia, sesuai target keluarga dan anak-anak.

Produksi animasi bertema nasionalisme membutuhkan tim kreatif yang memahami substansi dan aturan industri. Tim ini berhasil merampungkan film dalam waktu singkat, meski publik berharap kualitas teknis dan artistik bisa lebih maksimal.

“Merah Putih” adalah simbol kebanggaan. Ceritanya mampu membangkitkan rasa haru dan semangat persatuan, meski pilihan bahasa Inggris di judulnya menuai pro-kontra Dari beberapa pihak, namun menurut penulis mungkin ini sebuah strategi agar menyasar global.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi Bantah Pemberitaan Naiknya Kasus HMPV di China

Strategi rilis di bulan kemerdekaan logis secara pemasaran. Namun, efisiensi waktu dan anggaran perlu diimbangi dengan kualitas visual dan narasi yang kuat, agar pesan nasionalisme tersampaikan optimal.

Bagi saya, perdebatan ini wajar dan sehat bagi ekosistem perfilman. Niat mengangkat tema kebangsaan patut diapresiasi, namun fairness dalam distribusi layar, transparansi anggaran, serta kualitas teknis harus menjadi prioritas. Semangat Merah Putih sebaiknya tidak hanya hadir di cerita film, tetapi juga tercermin dalam proses produksi dan tata kelola penayangannya adil, berkualitas, dan membanggakan bangsa.
Terus berkarya untuk lebih baik lagi jaga kwalitas pertahankan kwalitasnya setara Film Jumbo,untuk maju Dan kembangmya film Indonesia,karya film yang baik sebaiknya mwmiliki unsur Ethos,Pathos Dan Logos maju film Indonesia.

Penulis : Budi Sumarno

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB