Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk menyediakan pasukan penjaga perdamaian bagi Palestina. Komitmen ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal PBB António Guterres di Rio de Janeiro, Brasil, pada Minggu, 17 November 2024.
Langkah ini merupakan bagian dari dukungan Indonesia terhadap mandat internasional untuk memperkuat Pasukan Penjaga Perdamaian PBB. Indonesia juga mendorong pembentukan negara Palestina yang berdaulat dan hak rakyatnya untuk menentukan nasib sendiri.
Sekjen PBB mengapresiasi inisiatif Indonesia, menyebut kontribusi ini sebagai inspirasi bagi negara lain untuk mendukung stabilitas global. Langkah tersebut memperkuat posisi Indonesia sebagai pendukung aktif perdamaian dunia dan solusi konflik di Timur Tengah.
Indonesia tercatat memiliki 3.080 pasukan perdamaian untuk PBB atau United Nations. Bahkan, 106 personel diantaranya adalah perempuan.
Dihimpun dari data Kementerian Luar Negeri, pasukan Indonesia menyebar di 8 negara dari 124 negara di dunia.
Berikut pesebaran 3.080 personel tersebut; Minusma Mali 10 personel, Minurso Sahara Barat 3 personel, Unifil Lebanon 1310 personel, Unamid Darfur Sudan 472 personel. Kemudian Unisfa Abyei Sudan 4 personel, Unmiss sudan selatan 16 personel, Monusco Rep Demokratik Kongo 1045 personel, dan Minusca rep afrika selatan 220 personel.
Penulis : Coki Dasopang
Editor : Marah Bangun
Sumber Berita : https://m.tribunnews.com/nasional/2019/05/19/ada-3080-pasukan-perdamaian-indonesia-untuk-pbb







