Film “Senyum Manies Love Story” Romantisme dan Kecerdasan Cinta yang Menginspirasi

- Penulis

Selasa, 22 April 2025 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, urbandiginews.com – Film romantis kerap diidentikan dengan kemesraan yang manis dan berakhir bahagia. Tetapi ada juga yang diwarnai drama penuh ironi, komedi, hingga di ujung cerita yang mengagumkan.

Sebuah film Indonesia terbaru yang dinisbatkan sebagai kreasi romantik karya sutradara muda Ronny Mepet berjudul “Senyum Manies Love Story” segera menghiasi layar bioskop Indonesia.

Poster dan trailer film produksi Bennatin Surya Cipta dan Berkah Menara Sinema ini telah dirilis di XXI Senayan City Jakarta, Senin (21/04/2025).

Film “Senyum Manies Love Story” tersebut menurut rencana akan ditayangkan di sejumlah bioskop di seluruh Indonesia mulai Kamis, 12 Juni 2025 mendatang.

“Kisah romantik film ini cukup unik dan menarik. Di mana pertemuan tokoh sentral yang menjadi nadi cerita (Anies dan Fery) seperti platonic relationship. Mereka saling tertarik, kagum dan suka namun tidak terpikirkan untuk pacaran,” terang Ronny Mepet, kepada humaniora.id usai rilis poster dan trailer film “Senyum Manies Love Story” di XXI Senayan City Jakarta, Senin (21/04/2025).

Cerita film ini memang dinukil berdasarkan kisah nyata masa muda cendekiawan muslim Anies Baswedan dan Fery Farhati (istrinya). Dimulai sejak pertama kali mereka saling mengenal sama-sama kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Dari trailer berdurasi dua menit yang ditayangkan” di XXI Senayan City Jakarta, penonton disuguhkan berbagai penggalan visual sinematik dengan nuansa 90-an yang hangat. Didukung pengambilan gambar artistik dan tata suara yang menyentuh.

“Film ini menjanjikan pengalaman sinema tidak hanya menghibur, tapi juga menyentuh sisi reflektif penonton. Bukan drama remaja biasa,” papar Ronny.

Dilema Antara Cita-cita dan Cinta

Baru pada tahap gagasan atau premis cerita film ini sebagaimana terpapar melalui trailer berdurasi dua menit rasa ingin tahu penonton sudah terpancing. Ingin tahu lebih mendalam bagaimana film bergenre drama remaja ini dapat mengaduk-aduk emosi penonton.

Baca Juga :  BRI UMKM EXPO(RT) 2025 Dorong UMKM Ekspansi Ke Mancanegara

Tentu sorotan utama dari cerita film ini adalah memperkenalkan bagaimana optimisme, spirit, keyakinan, attitude and behavior, serta kisah perjuangan dan prestasi pendidikan Anies muda. Sampai akhirnya dia bertemu dengan pujaan hatinya Fery Farhati, yang kemudian menjadi istrinya.

“Film ini diharapkan bisa menginspirasi, memotivasi bagi anak-anak muda untuk terus mengejar cita-citanya. Anies juga sempat mengalami dilema dan galau antara memilih belajar dulu atau cinta dulu,” ungkap Ronny Mepet.

Cinta Lewat Ta’aruf yang Inspiratif

Walau tak secara langsung diakui, namun tampaknya cerita film “Senyum Manies Love Story” ini menggabungkan kisah cinta dengan nilai-nilai islami yang justru sering berhasil menjadi tontonan yang menyentuh.

Penggalan kisah Anies Baswedan dan Fery Farhati menarik, yang saling suka namun tidak terpikirkan atau menunda pacaran. Hal ini mengindikasikan dua sejoli ini teguh terhadap keimanan, dan taat asas sesuai ajaran agama yang dianutnya (Islam).

Padahal pada masanya dan bahkan hingga kini pacaran menjadi tren sosial di kalangan anak muda. Sebaliknya cerita film ini membangun pemahaman tentang ta’aruf (mengenal calon pasangan dengan baik sesuai dengan syariat Islam). Atau fokus pada pendidikan dan pengembangan diri hingga waktunya tiba untuk menikah.

Begitulah tujuan cerita film ini yang disampaikan lewat karakter Anies Muda. Di sisi lain film “Senyum Manies Love Story” ini juga tidak ingin menyalahi kodratnya sebagai produk industri hiburan yang memiliki nilai hiburan.

Cerita film ini, menurut Ronny Mepet, bukan karya adaptasi. Full true story; kisah nyata perjalanan Anies Baswedan dan Fery Farhati dimasa muda mereka.

“Tetap ada liku-liku perjalanan percintaan mereka. Disitulah bumbu dari keunikan koneksi antara Anies dan Fery untuk menyelesaikan permasalahan cinta dan cita-citanya,” papar Ronny.

Baca Juga :  RAKHEE & RAAM PUNJABI Terima Penghargaan ‘Bintang Prasasti’ dari Yayasan H Usmar Ismail

Tentang Cinta dan Pengharapan

Cerita dan skenario film ini ditulis Georgia Patricia Titi Sari. Seorang penulis cerita film dan sinetron yang karya-karya sangat sukses mengisi ceruk industri hiburan di tanah air.

Proses pembuatan naskah dikatakan melalui riset dan interview langsung dari sumbernya Anies Baswedan dan Fery Farhati, serta sejumlah kolega terdekat dari kedua tokoh ini.

“Film ini tidak sekedar tontonan tetapi juga tuntunan dengan harapan pesan-pesan moralnya dapat diterima penonton,” papar Tisa Sari dalam jumpa pers rilis poster dan trailer film “Senyum Manies Love Story” ini.

Film “Senyum Manies Love Story”, lanjut Tisa Sari, bukan sekadar film cinta-cintaan. Ini adalah cerita tentang harapan, pendidikan, mimpi bersama, dan perjuangan membangun masa depan.

“Ditujukan untuk menginspirasi generasi muda. Film ini mengajak penonton untuk percaya bahwa cinta sejati bukan hanya tentang rasa, tapi juga tentang perjalanan bersama menjadi versi terbaik dari diri masing-masing,” ungkapnya.

Film “Senyum Manies Love Story” melibatkan sejumlah pemeran, antara lain, Fahad Haydra sebagai Anies Baswedan, Kathy Indera sebagai Fery Farhati, dan Chelsea Sepyani sebagai Sinta. Didukung para aktor senior, diantara Asrul Dahlan, Joe Project P, dan artis lainnya.

Bertindak sebagai Executive Producer, H. Beni Pensong dan H. Andi Azizi, Producer Ronny Mepet dan Muhammar Amin, serta Produser Pelaksana Vivi Mis Royani.

Proses pengambilan gambar film ini berlangsung selama 14 hari dengan setting lokasi di daerah Yogyakarta, Jakarta dan Chicago Amerika Serikat.

Jangan lupa film “Senyum Manies Love Story” segera tayang di sejumlah bioskop di seluruh Indonesia mulai Kamis, 12 Juni 2025 mendatang./*

Berita Terkait

Koranger Gelar Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai Bersama Anak-Anak di Pantai Mangrove Sei Nagalawan
Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Rekor Baru 80,2 Juta Penonton di Tahun 2025
Rayakan Kreativitas Santri Indonesia, Malam Anugerah Film Santri SANFFEST 2025 Digelar di TMII
Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik
Rumah Produksi P69 Hadirkan Film “Yang Terluka”: Kisah Tentang Korban Kekerasan Perempuan
Menyikapi Film Animasi Merah Putih: One For All Oleh: Budi Sumarno(penulis buku Cinema Therapy,Founder Inklusi Film)
Jakarta Menuju Kota Sinema: Budaya Betawi Jadi Inspirasi, Smartphone Jadi Kamera
Festival Film Indonesia Dicap Langgar UU, BPI: Ini Bukan Sekadar Poster!
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Koranger Gelar Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai Bersama Anak-Anak di Pantai Mangrove Sei Nagalawan

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:52 WIB

Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Rekor Baru 80,2 Juta Penonton di Tahun 2025

Senin, 22 Desember 2025 - 09:55 WIB

Rayakan Kreativitas Santri Indonesia, Malam Anugerah Film Santri SANFFEST 2025 Digelar di TMII

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:52 WIB

Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik

Minggu, 26 Oktober 2025 - 22:12 WIB

Rumah Produksi P69 Hadirkan Film “Yang Terluka”: Kisah Tentang Korban Kekerasan Perempuan

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB