Peluncuran ISEO 2025, Energi Baru Ekonomi Syariah Menuju Transisi dan Keberlanjutan

- Penulis

Minggu, 1 Desember 2024 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia memiliki momentum yang tepat untuk memberikan kontribusi yang lebih besar dalam proses pembangunan nasional.

Demikian disampaikan Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina, dalam acara peluncuran Indonesia Sharia Economic Outlook (ISEO) 2025 dan sekaligus seminar nasional “Energi Baru Ekonomi Syariah: Menuju Transisi dan Keberlanjutan”.

Acara ini diselenggarakan oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PEBS FEB UI), pada sabtu, 30 November 2024.

Acara launching yang dihadiri oleh Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin yang juga merupakan Wakil Presiden Indonesia ke-13 sebagai Keynote Speech.

Diseminasi Laporan ISEO 2025 disampaikan langsung oleh Rahmatina Awaliah Kasri, Ph.D. selaku Kepala PEBS FEB UI dan Dosen FEB UI.

Pembicara lainnya dalam acara seminar nasionalnya, antara lain Prof. Bambang Brodjonegoro, Ph.D selaku Penasihat Khusus Presiden Bidang Ekonomi Periode 2024 – 2029 dan Ir. Adiwarman Azwar Karim sebagai Wakil Komisaris Utama BSI serta KH. Sholahudin Al Aiyub, M.Si selaku Direktur Eksekutif KNEKS.

Lebih jauh, Handi yang juga merupakan pengurus DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), mengungkapkan bahwa, saat ini keberadaan Ekonomi dan Keuangan Sayariah sudah menjadi bagian dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan masuk kedalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Baca Juga :  Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T

Selain itu, menjadi bagian dari Asta Cita yang merupakan program dari Presiden Prabowo.

“Kita patut bersyukur perjuangan yang sudah berlangsung kurang lebih 30 tahun akhirnya Ekonomi dan Keuangan Syariah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional, hal ini tentu tidak lepas dari kontribusi Ekonomi dan keuangan Syariah yang semakin signifikan bagi perekonomian nasional”, papar Handi.

Selain itu, Handi juga menyoroti pentingnya Indonesia memiliki regulasi yang mengatur semua kegiatan Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam satu payung regulasi (Omnibus Law) dalam bentuk Undang-Undang (UU) Ekonomi Syariah yang terintegrasi dan berkelanjutan serta lembaga pengelola yang lebih kuat dan memiliki kewenangan setingkat Kementerian dan Lembaga (K/L).

“Transformasi Ekonomi Syariah menjadi sebuah prasyarat yang harus segera dilakukan dalam bentuk UU Ekonomi Syariah dan penguatan kelembagaan. Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) harus bertrasnformasi menjadi lembaga yang kuat dengan kewenangan yang setara dengan Kementerian dan Lembaga negara lainnya sehingga bisa mengkoordinasikan semua kebijakan dan program ekonomi syariah lintas Kementerian dan lembaga”, pungkas Handi.

Baca Juga :  Pos Indonesia Akan Terus Berkolaborasi Dengan Berbagai Pihak Untuk Menghadirkan Program-Program Edukatif Yang Mampu Menghidupkan Kembali Budaya Literasi

Diakhir sesi, Handi mengungkapkan bahwa indeks literasi dan inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah, harus terus ditingkatkan, karena ini menunjukkan pengetahuan, pemahaman dan akses yang dimiliki individu terhadap kelembagaan Ekonomi dan Keuangan Syariah.

Sebagaiman laporan yang disampaikan oleh Rahmatina Awaliah Kasri sebagai Kepala PEBS FEB UI, saat ini literasi ekonomi syariah dan literasi keuangan syariah meningkat menjadi 28,01% dan 39,11%, meningkat secara signifikan dibandingkan tahun 2019 yang baru mencapai 16,30% dan 8,93%.

Sedangkan inklusi keuangan syariah juga mengalami peningkatan dari 9,1% tahun 2019 meningkat menjadi 12,88% pada tahun 2023.

“Oleh sebab itu, peran penting semua stake holder Ekonomi dan Keuangan Syariah, perlu terus ditingkatkan, agar keberadaan Ekonomi dan Keuangan Syariah makin disadari oleh seluruh masyarakat Indonesia”, tutup Handi.

Berita Terkait

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC
Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang
Ubah Sampah Jadi Manfaat, Amerta Gelar Kampanye Trashformer di FISIP USU
Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC

Berita Terbaru