Peringati Hakordia 2024! Kemenpora Ingin Ciptakan Sistem, Mentalitas dan Keteladanan Anti Korupsi untuk Pejabat dan Pegawai

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2024 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com, Jakarta – Masih dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2024, Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menggelar acara Integritas dan Akuntabilitas Pelaksanaan Pemberian Bantuan Masyarakat dan Sosialisasi Aplikasi Whistleblowing System Kemenpora di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12) pagi.

Acara dibuka oleh Sesmenpora Gunawan Suswantoro yang diikuti beberapa eselon I, II dan pegawai Kemenpora secara langsung dan virtual. Pada sambutanya, Sesmenpora menekankan pentingnya untuk tidak korupsi di dalam lingkungan kerja Kemenpora.

“Mengawali sambutan pada acara ini, saya tadi mendapat pesan dari Mas Menteri yang isinya pesanya hanya satu kalimat tetapi sangat dalam. Pesan tersebut Menpora Dito meminta jangan sampai ada pejabat atau pegawai di Kemenpora melakukan korupsi. Itu pesan yang menurut saya harus diperhatikan oleh seluruh pejabat dan pegawai di Kemenpora,” kata Sesmenpora.

Pesan yang disampaikan Menpora Dito tersebut menurut Sesmenpora sangat penting, karena Presiden Prabowo Subianto juga menginginkan tidak ada korupsi dalam kabinet Merah Putih. “Pesan ini harus kita pahami bersama dan wajib kita laksanakan untuk kebaikan Kementerian ini,” tambah Sesmenpora.

Baca Juga :  Telkom Lanjutkan Sukses Implementasi 7 Program Unggulan di Bidang Lingkungan

Mengenai bicara masalah korupsi, Sesmenpora melihat ada tiga hal yang harus diperhatikan. Pertama yakni dari sisi sistem, salah satunya adalah sistem penganggaran. “Sistem penganggaran yang perlu kita cermati adalah sistem penganggaran bantuan pemerintah. Dan itu masih ada di Kemenpora, ini yang harus kita perbaiki untuk menghindari temuan,” ujarnya.

Yang kedua menurut Sesmenpora adalah sisi mentalitas. Mengenai mentalitas untuk tidak korupsi sangat penting menjadi pegangan semua pejabat dan pegawai di Kemenpora. “Mentalitas korupsi harus kita rubah, jangan sampai mentalitas korupsi pegawai yang ada dilingkungan kerja itu menular ke pegawai lainnya,” harap Sesmenpora.

Yang terakhir terkait sisi keteladanan, menurutnya keteladanan itu penting agar kita bisa menjadi contoh yang baik untuk tidak melakukan korupsi. “Deskripsikan rasa cukup mu agar muncul rasa syukur mu. Kalimat ini penting untuk membentengi diri kita dari cara hidup yang berlebihan,” kata Sesmenpora.

Baca Juga :  Kementerian ATR/BPN dan Mahkamah Agung Bahas Sinkronisasi Eksekusi Sengketa Tanah, Menteri Nusron: "Tak Ada Lagi Ketidakpastian!"

Sementara narasumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi Amir Arief menyampaikan untuk menghindari korupsi, maka semua pejabat dan pegawai harus mengenal apa itu korupsi, Whistleblowing system, dan penguatan integritas.

Pada paparanya Amir Arif juga menyampaikan faktor-faktor penyebab korupsi yang diantaranya yakni; Arrogance Sikap superioritas, angkuh, serakah, dan self-interest (prosedur tidak berlaku untuk dirinya), Capability, Kemampuan (jabatan, wewenang, otoritas, kedudukan, pengetahuan atas sistem), Opportunity Kesempatan (sistem yang lemah).

Selain itu juga faktor lain yakni, Pressure: Tekanan dari internal (personal dan perusahaan) maupun eksternal, dan Rasionalisasi, pembenaran atas perbuatan yang dilakukan. “Faktor-faktor ini yang biasanya membuat orang melakukan korupsi, dan ini harus kita hindari,” ajak Amir.

Berita Terkait

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Berita Terbaru