urbandiginews.com – Arung jeram adalah olahraga ekstrem yang menuntut kekuatan fisik, konsentrasi tinggi, serta kekompakan tim dalam menghadapi arus sungai yang deras. Namun, dalam beberapa kejuaraan, terutama kategori terbuka, persaingan tidak selalu dimulai dari kondisi yang seimbang, perempuan kerap harus berhadapan langsung dengan tim laki-laki yang memiliki tenaga lebih besar.

Hal tersebut dialami oleh Trioni Narvatilova (Onik), atlet arung jeram asal Medan yang merupakan seorang alumni USU dan anggota Kompas USU. Pengalamannya mengikuti berbagai kompetisi membuat dirinya memahami bagaimana ketimpangan komposisi tim berdampak pada strategi dan mental bertanding. Ia mengakui bahwa rasa tertekan kerap muncul bahkan sebelum lomba dimulai.
“Kalau kami harus bertanding melawan tim laki-laki, pasti ada rasa down dan takut. Namun, pelatih selalu memberikan dukungan dan mengingatkan bahwa kami tidak boleh terlalu memikirkan apakah lawannya laki-laki atau perempuan. Jangan menyerah! Main saja semaksimal mungkin, sekuat dan sekeras tenaga!” Ujarnya.
Pesan tersebut menjadi pendongkrak kepercayaan diri timnya. Karena ketika tenaga tidak seimbang, mereka harus lebih mengoptimalkan kontrol pikiran dan kerja sama agar tetap kompetitif.

“Kami harus cepat mengontrol pikiran, mengubah mindset menjadi lebih positif agar bisa mengikuti perlombaan dengan baik,” tuturnya.
Meski peluang menang tipis, kondisi itu justru memacu semangat.
“Justru ketika muncul pikiran ‘pasti kalah’, kami malah semakin semangat. Tenaga kami seperti bertambah karena kami saling menyemangati dan ingin membuktikan bahwa kami juga punya kekuatan. Sebagai perempuan, kami tidak lemah!.” Ucapnya.
Selain menjaga mental tetap stabil, Trioni dan timnya selalu berusaha memaksimalkan performa di setiap perlombaan. Mereka menargetkan untuk tetap menjaga posisi perahu sedekat mungkin dengan tim di depan, dan memastikan tidak tertinggal terlalu jauh. Semangat itu terus tumbuh setiap kali mereka menyadari bahwa usaha mereka tidak pernah sia-sia.

Bagi Trioni, kemenangan sejati hadir saat mereka mampu menyelesaikan perlombaan dengan seluruh tenaga dan kerja sama terbaik yang mereka miliki. Selama masih ada keberanian untuk mendayung, saling mendukung, dan tetap melaju hingga garis akhir, di sanalah perempuan telah menjadi pemenang.
Penulis : Gabriela Pasaribu
Editor : Marah Bangun







