Tokoh  Fotografi Indonesia Ian Wibowo Garap Film Dokumenteri Swedia, ”Holy Water  Nandini”

- Penulis

Senin, 25 November 2024 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Terlihat begitu padat kegiatan dari Tokoh Muda Fotografi Indonesia Ian Wibowo dalam dalam aktifitas produksi film dibidang industri pariwisata dan juga bidang fotografi pada tahun 2024 ini , salah satunya adalah memproduksi film dokumenteri tentang Holy Water di sebuah sungai di hutan Nandini Ubud Bali untuk tayangan program di negara Swedia dan negara-negara eropa.

Ian yang juga sutradara kenamaan ini ketika diminta keterangan menjelaskan ,  Dalam produksi film dokumenteri di Bali kali ini memang terasa  harus ekstra hati hati karena syutingnya dihutan  dan harus turun ke sungai yang disekelilingnya adalah masih hutan belantara.

Ian melanjutkan, dalam produksi film dokumenteri ini , selain pak Magnus Falk selaku host program,aku juga mendatangkan khusus Barbie Kumalasari sebagai co-host mendampingi pak Magnus sebagai host di program ini , sebab menurut aku sangatlah tepat, Barbie adalah artis atau host yang punya jiwa petualang dan Barbie bisa sangat bisa diandalkan karena rating dan pengalamannya sebagai host program budaya di salah satu televisi nasional cukup tinggi.

Baca Juga :  Jakarta Menuju Kota Sinema: Budaya Betawi Jadi Inspirasi, Smartphone Jadi Kamera

Magnus Falk sendiri ketika dihubungi,dia menjelaskan bahwa dia sangat serius memproduksi film dokumenter ini Bersama produser Erry Wibowo , karena semua orang harus tahu tentang mata air suci ini, karena menurut para pemangku di daerah Ubud ini ,mata air di sungai dihutan Nandini ini memilki energi positif yang tinggi ,sehingga bisa bermanfaat bagi para wisatawan yang berkunjung kesini.

Magnus yang juga pemilik dari Nandini Jungle Resort ini menambahkan, tayangan film tentang holy water ini hendaknya bisa menjadi trending dinegara-negara eropa dan dunia ,karena tentunya ini akan baik untuk promosi Bali dimata masyarakat dunia. Dan selain itu Ian juga mengcapture area resortnya dalam bentuk foto-foto karya, tambahnya

Baca Juga :  Menyikapi Film Animasi Merah Putih: One For All Oleh: Budi Sumarno(penulis buku Cinema Therapy,Founder Inklusi Film)

Erry Wibowo selaku produser project film tersebut ,menjelaskan ,  diharapkan kedepan akan banyak produksi-produksi film dokumenteri seperti ini, karena di Indonesia dan Bali pada khususnya sangat banyak tempat-tempat special dan hal hal menarik yang bisa kita promosikan ke mancanegara.

Produser yang juga founder sekolah perfilman Bali Dwipa 1AN ini melanjutkan, program tayangan mancanegara yang di buat oleh Magnus ini bisa membantu promosi pariwisata Indonesia , diharapkan para owner-owner hotel di Indonesia bisa mencontoh Magnus untuk mengangkat sebuah potensi daerah masing untuk di eksplor demi kepentingan pariwisata kita Indonesia.

Tag : Ian Wibowo, Barbie Kumalasari, Erry Wibowo, Nandini jungle Resort, Tokoh Fotografi Indonesi

Berita Terkait

Koranger Gelar Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai Bersama Anak-Anak di Pantai Mangrove Sei Nagalawan
Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Rekor Baru 80,2 Juta Penonton di Tahun 2025
Rayakan Kreativitas Santri Indonesia, Malam Anugerah Film Santri SANFFEST 2025 Digelar di TMII
Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik
Rumah Produksi P69 Hadirkan Film “Yang Terluka”: Kisah Tentang Korban Kekerasan Perempuan
Menyikapi Film Animasi Merah Putih: One For All Oleh: Budi Sumarno(penulis buku Cinema Therapy,Founder Inklusi Film)
Jakarta Menuju Kota Sinema: Budaya Betawi Jadi Inspirasi, Smartphone Jadi Kamera
Festival Film Indonesia Dicap Langgar UU, BPI: Ini Bukan Sekadar Poster!
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Koranger Gelar Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai Bersama Anak-Anak di Pantai Mangrove Sei Nagalawan

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:52 WIB

Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Rekor Baru 80,2 Juta Penonton di Tahun 2025

Senin, 22 Desember 2025 - 09:55 WIB

Rayakan Kreativitas Santri Indonesia, Malam Anugerah Film Santri SANFFEST 2025 Digelar di TMII

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:52 WIB

Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik

Minggu, 26 Oktober 2025 - 22:12 WIB

Rumah Produksi P69 Hadirkan Film “Yang Terluka”: Kisah Tentang Korban Kekerasan Perempuan

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB