Siap-siap! Pemerintah Akan Bentuk Holding UMKM Pada Tahun 2025, Begini Dampaknya

- Penulis

Kamis, 19 Desember 2024 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com.- Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, berencana akan membentuk holding UMKM pada tahun 2025 mendatang. Adapun tujuan dari pembentukan holding UMKM tersebut ialah untuk menghubungkan para UMKM dengan pelaku industri yang lebih besar.

Kemudian, bentuk praktik dari holding UMKM ini dimulai dengan mengumpulkan pelaku UMKM yang ada di tanah air, untuk memenuhi beragam kebutuhan industri. Namun, saat ini pemerintah masih terus mengupayakan pembaruan data pelaku UMKM yang ada, agar pembentukan holding tersebut dapat berjalan dengan baik.

Holding UMKM 2025, Mulai Membangun Konektivitas UMKM di Seluruh Tanah Air
Sejalan dengan tujuan pembentukan holding UMKM tersebut. Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Bagus Rachman berharap agar kegiatan holding dapat meningkatkan jumlah UMKM yang menjadi mitra pelaku usaha besar di Indonesia. Sebab, saat ini kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku UMKM baru berkisar tujuh persen dari total pelaku UMKM.

“Jadi memang persoalan konektivitas itu belum atau masih jadi PR kita bersama sehingga pemerintah sebagai regulator, sebagai fasilitator harus mengarah ke sana (holding UMKM),” ujar Bagus, seperti yang dikutip dari MetroTVNews.com pada Kamis (12/12/2024).

Baca Juga :  Penyu-lamat 2025: Aksi Sukarelawan Karyawan Telkom Edukasi Sampah dan Konservasi Penyu di Pantai Pelangi Yogyakarta

Dimulai dari Otomotif, Kemudian Berlanjut ke Bidang Krusial

Lebih lanjut, Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberikan contoh bahwa produksi UMKM yang berhasil masuk dalam rantai pasok skala besar adalah industri otomotif. Menurutnya, saat ini produksi mobil dalam negeri seperti pasokan jok, dan komponen lainnya telah memberdayakan pelaku UMKM.

Namun, ke depannya tentu praktik holding ini tidak hanya diterapkan pada sektor otomotif saja. Holding UMKM nantinya juga akan ditujukan untuk sektor lainnya seperti pertanian, makanan dan minuman, hingga merchandise atau produk lainnya yang memiliki kontribusi bagi perekonomian Indonesia.

“Jadi, kita mendorong UMKM holding ini menjadi ruang bisnis, karena potensinya luar biasa besar karena nanti teman-teman kewirausahaan bersama-sama dengan kedeputian lainnya akan mengkonsolidasi kurang lebih minimal 2.000 sampai 3.000 UMKM yang akan dikonsolidasi menjadi satu sektor,” ujar Maman Abdurrahman, seperti yang dilansir dari CNN Indonesia.com.

Baca Juga :  Telkom Bantu 3.000 UMKM Batam ! Tembus Pasar Global Lewat Rumah BUMN: Produk Lokal Tembus Malaysia & Singapura

Melalui holding UMKM ini, nantinya pelaku usaha akan diberikan pelatihan produksi, akses pembiayaan, dan dibantu membuat sistem bisnis, hingga rantai pasok (supply chain). Maman juga berharap agar holding UMKM ini dapat mendukung pelaku usaha yang ingin berkembang dan naik kelas.

“Harapan kami, holding ini di bawahnya itu akan memberdayakan UMKM dengan mendapatkan supply, spareparts, segala macam itu semuanya di UMKM sehingga dapat membangun connectivity antara UMKM dengan industri besar,” pungkasnya dalam acara Startup Investment Forum pada Selasa (10/12/2024) di Kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), Jakarta Selatan.

Dilansir dari Badan Statistik Nasional, UMKM memiliki peran besar dalam perekonomian nasional dengan menyumbang 60,5 persen dari Produk Domestik Bruto, serta menyerap sekitar 97 persen dari tenaga kerja nasional. Tentunya, kontribusi ini bisa menjadi potensi yang besar dalam memajukan kesejahteraan warga Indonesia.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : ukmindonesia.id

Berita Terkait

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB