BI Borong SBN di Pasar Perdana Rp. 62 T di Akhir 2024 Untuk Menjaga Stabilitas

- Penulis

Kamis, 19 Desember 2024 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Bank Indonesia (BI) membeli surat berharga negara (SBN) di pasar perdana atau primer maupun pasar sekunder sepanjang tahun ini. Tujuannya untuk menjaga stabilitas imbal hasil atau yield SBN di tengah besarnya tekanan ketidakpastian pasar keuangan global.

Dalam Pasal 36A Undang-undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK, BI kini diperbolehkan membeli SBN di pasar perdana dengan satu syarat, yakni adanya kondisi krisis dan harus tenor jangka panjang.

Ayat 1 huruf a Pasal 36A itu menyebutkan, dalam rangka penanganan Stabilitas Sistem Keuangan yang disebabkan oleh kondisi krisis, Bank indonesia berwenang membeli Surat Berharga Negara berjangka panjang di pasar perdana untuk penanganan permasalahan Sistem Keuangan yang membahayakan perekonomian nasional.

Baca Juga :  PERKEMBANGAN INDIKATOR STABILITAS NILAI RUPIAH (12 SEPTEMBER 2025)

“Pembelian Surat Berharga Negara berjangka panjang di pasar perdana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilakukan berdasarkan keputusan Komite Stabilitas Sistem Keuangan,” dikutip dari ayat 3 Pasal 36A UU PPSK.

Ayat 4 Pasal 36A UU PPSK menyebutkan skema dan mekanisme pembelian Surat Berharga Negara di pasar perdana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a ditetapkan dalam keputusan bersama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, secara total, hingga pekan kedua Desember 2024, SBN pemerintah yang dibeli BI sudah mencapai Rp 169,5 triliun. Terdiri dari SBN di pasar primer senilai Rp 62 triliun untuk dan di pasar sekunder senilai Rp 107 triliun.

“Di pasar perdana kita beli Rp 62 triliun karena itu untuk yang pendek-pendek (seri SPN), sementara di pasar sekundernya kita sudah masuk dan kita sudah beli Rp 107 triliun,” kata Destry di kantor pusat BI, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Baca Juga :  Bank Makin Agresif Salurkan Kredit di Penghujung 2026, Standar Pinjaman Kian Longgar

Destry menjelaskan, masih aktifnya BI membeli SBN di pasar perdana maupun sekunder selain untuk menjaga stabilitas yield SBN supaya tidak bergerak liar, juga karena instrumen operasi moneter BI, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI menjadikan SBN sebagai underlying.

“Apalagi instrumen kami SRBI itu kan menggunakan underlying SBN. Jadi kami juga masuk di pasar SBN, sekaligus juga memang menahan pada saat ada tekanan yang tinggi di pasar SBN, Bank Indonesia ada di sana, sehingga yield SBN juga tidak bergerak secara liar,” tutur Destry.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Malam Puncak Penghargaan Energi Subroto 2026, Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB