Gunung Semeru Erupsi Dengan Letusan Setinggi 400 meter Pada Jumat Malam

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 00:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang Jawa Timur kembali erupsi dengan letusan setinggi 400 meter di atas puncak pada Jumat malam.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat 17 Januari 2025, pukul 19.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut -mdpl-,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Yadi Yuliandi di Lumajang, Jumat kepada antara.

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 137 detik.

Baca Juga :  Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Telkom Bagikan Dividen Rp21,9 Triliun

Berdasarkan data petugas, gunung yang memiliki ketinggian 3.676 mdpl itu tercatat sudah 17 kali erupsi pada Jumat dengan letusan pertama terjadi pada pukul 00.31 WIB, dan letusan terbaru terjadi pada pukul 19.09 WIB dengan tinggi kolom letusan mulai 400 meter hingga 800 meter di atas puncak.

Yadi mengatakan bahwa Gunung Semeru masih berstatus Waspada, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh delapan kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Buka Lowongan Magang

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : antara

Berita Terkait

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB