Telkom Kembangkan Desa Wisata Berbasis Konservasi di Desa Kramat Purbalingga

- Penulis

Senin, 17 Maret 2025 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

urbandiginews.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) sebagai perusahaan digital telekomunikasi terdepan di Indonesia, turut berkomitmen dalam mendorong pembangunan Indonesia melalui berbagai bidang, salah satunya pelestarian lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Hal ini diwujudkan salah satunya dengan pengembangan potensi daerah melalui pariwisata berkelanjutan. Pariwisata berkelanjutan adalah sebuah konsep pariwisata yang mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.

Konsep pariwisata berkelanjutan dapat diimplementasikan dengan pengembangan Desa Wisata. Mengutip data dari Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di tahun 2021 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki 75.000 desa dan sekitar 1.200 di antaranya berpotensi menjadi desa wisata.

Telkom bersama Masyarakat lokal menginisiasi pengembangan Desa Wisata di wilayah Desa Kramat, Purbalingga, Jawa Tengah. Terletak di antara Gunung Slamet dan dataran tinggi Purbalingga, terkhususnya wilayah Bukit Siregol yang menyimpan aneka keanekaragaman hayati. Di antaranya Pohon Pinus dan Kantung Semar hingga satwa langka seperti Elang Jawa, Monyet Ekor Panjang, dan Kungkang Jawa.

Baca Juga :  Rumah Produksi P69 Hadirkan Film “Yang Terluka”: Kisah Tentang Korban Kekerasan Perempuan

Desa Kramat merupakan desa yang terletak di bawah kaki Gunung Slamet dan berlokasi 5 km dari Kecamatan Karangmoncol. Desa Kramat terkenal akan wisata perkemahan dan rafting di Sungai Tambra, selain itu Desa dengan luas 1.128 hektare ini menyimpan aneka keanekaragaman hayati yang berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Melalui konsep desa wisata berbasis konservasi, Telkom mengutamakan pelestarian lingkungan, budaya, dan ekosistem lokal sambil tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat. Masyarakat tidak hanya menjadi pelaku wisata, tetapi juga berperan aktif dalam upaya perlindungan alam dan keanekaragaman hayati.

Pengembangan Desa Kramat dilaksanakan pada Oktober hingga November 2024. Pembangunan yang telah dilakukan berupa gapura desa, pemasangan camera trap untuk pemantauan populasi satwa, rumah bibit, menara pengamatan yang dilengkapi fasilitas teropong (binocular), tempat sampah, serta peta, dan sign system.

Baca Juga :  Perkuat Infrastruktur Konektivitas Papua, TelkomGroup Resmikan Community Gateway Merauke

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto menyampaikan, “Telkom berupaya untuk menjaga keseimbangan alam dengan pelestarian flora dan fauna lokal, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka peluang ekonomi berbasis ekowisata dengan kembangkan desa wisata berbasis konservasi. Dengan mengembangkan desa wisata berbasis konservasi, kita tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Hal ini sesuai dengan misi Telkom dalam mencapai target Sustainable Development Goals poin 15 yaitu mengelola hutan secara Lestari dan melindungi keanekaragaman hayati.”

Pengembangan Desa Kramat sebagai Desa Wisata berbasis konservasi tidak berhenti pada tahap Pembangunan. Pendampingan terus dilakukan oleh Telkom untuk memastikan keberlanjutan pengembangan Desa Kramat sehingga tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, namun juga menjadi pusat edukasi , konservasi, dan pemberdayaan ekonomi Masyarakat.

#ElevatingYourFuture

Penulis : Eka Sanur

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB