Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com — Upaya mengangkat kekayaan budaya lokal melalui medium film terus bergema di Jembrana. Kementerian Kebudayaan bersama Pemerintah Kabupaten Jembrana berkolaborasi dengan Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI), Balinomics, dan Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI) menggelar Diskusi Film Folklore Jembrana dan Nobar Bioskop Bisik, pada 17–18 Desember 2025 di Sentra Tenun Jembrana, Bali.

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara sineas, pegiat budaya, pelajar, mahasiswa, hingga komunitas disabilitas untuk membicarakan film sebagai jembatan budaya, identitas, dan masa depan daerah.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa perfilman memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. “Perkembangan film sangat berkaitan dengan kemajuan suatu wilayah. Kolaborasi ini diharapkan mampu mengangkat kekayaan budaya Jembrana agar dikenal lebih luas,” ujarnya.

Hadir pula artis sekaligus psikolog Niniek L. Karim, yang memberikan pesan reflektif kepada generasi muda Jembrana. Ia mengajak anak-anak muda untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap akar budayanya sendiri.
“Budaya adalah identitas. Anak-anak Jembrana harus bangga dengan kekayaan tradisi yang dimilikinya,” tuturnya.

Baca Juga :  Rayakan Kreativitas Santri Indonesia, Malam Anugerah Film Santri SANFFEST 2025 Digelar di TMII

Ketua Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI), Budi Sumarno, menyoroti pentingnya kesetaraan dan inklusivitas dalam dunia seni dan film. Ia menekankan bahwa perfilman harus ramah bagi penyandang disabilitas, sekaligus menjadi sarana literasi folklore atau cerita rakyat Jembrana.

“Kegiatan ini sejalan dengan program Kementerian Kebudayaan dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ketua Panitia, Andi Soesanto, menyampaikan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi Balinomics dan Pemerintah Kabupaten Jembrana, setelah suksesnya Workshop Film dan International Jembrana Chocolate Festival 2024.

Diskusi semakin hidup berkat kehadiran sutradara Bali M. Yusuf. Dengan gaya eksentrik dan komunikatif, ia mampu memotivasi peserta dari berbagai latar belakang, menjadikan forum diskusi terasa dinamis dan inspiratif.

Baca Juga :  Progres Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi TelkomGroup di Aceh Capai 95%

Sementara itu, pegiat budaya Firmansyah Dimmy dari Balinomics mengangkat gagasan strategis tentang urgensi pembentukan Komisi Film Jembrana. Menurutnya, komisi ini penting sebagai one stop service perfilman, wadah kolaborasi pentahelix, sarana pemberdayaan sineas muda, sekaligus instrumen promosi pariwisata, budaya, dan penguatan ekonomi kreatif Jembrana.

Dukungan juga datang dari Luh Putu Diah Puspayanthi, legislator termuda Jembrana. Ia menilai kegiatan perfilman seperti ini menjadi ruang ekspresi dan kreativitas generasi muda, sekaligus berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Melalui diskusi film folklore dan Bioskop Bisik, Jembrana tak hanya memutar layar, tetapi juga membuka jalan menuju ekosistem budaya yang inklusif, kreatif, dan berkelanjutan—di mana tradisi lokal bertemu dengan bahasa universal bernama film.

Penulis : Budi Sumarno

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC
Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang
Ubah Sampah Jadi Manfaat, Amerta Gelar Kampanye Trashformer di FISIP USU
Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB