Bukan Sekadar Pembangkit Listrik Hijau, PLTA Sipansihaporas Cegah Banjir Kayu saat Bencana Sumatra

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 13:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Hujan turun sejak beberapa hari dan tak menunjukkan tanda akan reda. Pagi buta, saat sebagian warga masih terlelap, suara air Sungai Sipansihaporas terdengar semakin berat, menghantam bebatuan dan membawa ranting-ranting besar dari hulu. Warga di sejumlah desa di Kabupaten Tapanuli Tengah mulai berjaga. Lampu rumah tetap menyala, namun mata mereka tak lepas dari arah sungai, menunggu dengan cemas kemungkinan terburuk.

Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada November lalu menghadirkan hari-hari penuh ketegangan. Di tengah kondisi alam yang ekstrem, bukan hanya ketangguhan masyarakat yang diuji, tetapi juga peran infrastruktur strategis dalam melindungi wilayah sekitarnya. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansihaporas menunjukkan fungsi yang melampaui perannya sebagai penghasil energi listrik berbasis energi baru terbarukan.

Erwin Tambunan, salah satu warga Desa Sihaporas, Pinangsori, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, merasakan langsung bagaimana kondisi saat bencana tersebut terjadi. Di kawasan hilir Sungai Sipansihaporas, dirinya masih mengingat jelas ketika air sungai mulai tinggi. Suara hujan bercampur derasnya arus sedari pagi membuat Ia dan warga lain dilanda rasa waswas.

“Hujan terus kurang lebih itu seminggu. Tahu-tahunya itulah banjir bandang di tanggal 25 (November). Itu pun saya lihat ke sungai, ke kampung, aliran air sungai sangat deras,” ucapnya dengan nada bergetar.

Erwin menjelaskan, kekhawatiran warga semakin memuncak setelah munculnya kayu-kayu besar yang ikut terbawa arus, mengancam rumah-rumah dan ladang yang berada tak jauh dari bantaran sungai.

“Kayunya pun banyak, kayu gelondongan. Warga pun langsung mengungsi semua,” tutur Erwin.

Namun, lanjut Erwin, saat itu PLTA Sipansihaporas menjadi penahan pertama yang kokoh ketika banjir datang. Saat hujan mencapai puncaknya, bendungan yang menjadi bagian dari sistem PLTA Sipansihaporas bekerja dalam senyap. Debit air yang meningkat tajam dari wilayah hulu tertahan di area bendungan. Kayu gelondongan, potongan batang pohon, dan sedimen yang terbawa arus deras menumpuk dan tertahan, tidak langsung melaju ke arah permukiman di hilir.

Baca Juga :  Pemulihan Infrastruktur Terus Meningkat, 81 Persen Ruas Jalan Nasional Kembali Berfungsi

Di hari yang sangat mencekam itu, bendungan berperan layaknya benteng alami, memperlambat laju air dan meredam potensi kerusakan yang lebih besar. Berkat fungsi tersebut, sedikitnya tiga desa di wilayah hilir terhindar dari ancaman banjir yang lebih parah.

“Kalau saya lihat di atas itu, pergunungan kayu di situ banyaknya. Kalau kayu gelondongan ini semua sempat turun ke bawah (desa-desa), kurasa rumah-rumah kami semua banyak yang hancur. Tapi di situ pun kami sangatlah berterima kasih, dengan adanya PLTA kami selamat. Kami merasa lebih aman. Kalau tidak ada itu, habis semua rumah warga di Sihaporas,” ujar Erwin.

Apa yang dirasakan Erwin menjadi gambaran nyata bagaimana infrastruktur ketenagalistrikan dapat memberi manfaat langsung bagi keselamatan masyarakat. Peran bendungan PLTA Sipansihaporas dalam menahan material banjir sejalan dengan pendekatan PLN dalam membangun dan mengelola infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan energi, tetapi juga mengedepankan perlindungan sosial dan lingkungan, khususnya di wilayah rawan bencana.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo menegaskan bahwa kehadiran PLTA Sipansihaporas merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan infrastruktur yang adaptif terhadap risiko alam, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

“Bendungan PLTA Sipansihaporas memiliki peran dalam menahan material banjir dari wilayah hulu, sehingga dampak yang dirasakan masyarakat di hilir dapat diminimalkan. Pada saat bersamaan, PLN terus menjaga keandalan sistem kelistrikan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan meski menghadapi kondisi alam yang ekstrem,” ucap Rizal.

PLTA Sipansihaporas berlokasi di Desa Husor, Desa Sibuluan, dan Desa Sihaporas, Kabupaten Tapanuli Tengah. Mengandalkan potensi aliran air dari kawasan pegunungan, pembangkit ini menjadi salah satu penopang sistem kelistrikan Sumatera Utara, sekaligus bagian dari bauran energi terbarukan nasional.

Baca Juga :  HDC NeutraDC-Nxera Batam Raih Sertifikasi Tier-3, Telkom Jamin Keamanan Data dan Keandalan Sistem

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah menjelaskan bahwa secara teknis PLTA Sipansihaporas dirancang untuk mampu mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi. Sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan sedimen serta material padat, termasuk kayu gelondongan yang terbawa banjir, sehingga tekanan aliran ke wilayah hilir dapat dikendalikan.

“PLTA Sipansihaporas memanfaatkan aliran air dari tiga sungai, yakni Sungai Aer Paramaan, Sungai Aek Natolbak, dan Sungai Aek Bargot. Saat terjadi banjir, sistem bendungan dan saluran air berfungsi menahan kayu gelondongan serta sedimen sehingga aliran ke wilayah hilir tetap terkendali,” jelas Ruly.

Selain berperan dalam mitigasi bencana, PLTA berkapasitas total 50 megawatt (MW) ini telah menyuplai listrik berbasis energi hijau bagi masyarakat Tapanuli Tengah dan sekitarnya selama lebih dari dua dekade. Keberadaannya menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih nasional.

Ruly menambahkan, pascabencana, seluruh unit PLTA Sipansihaporas kembali beroperasi penuh pada Rabu, 2 Desember 2025. Kembalinya operasional pembangkit ini membawa rasa lega bagi masyarakat. Pasokan listrik untuk sektor rumah tangga, sosial, dan layanan publik di wilayah Kota Sibolga dan Pandan kembali stabil, menandai pulihnya aktivitas warga setelah melalui hari-hari penuh kecemasan.

“Pengalaman menghadapi bencana ini menjadi pelajaran berharga dalam mengelola pembangkit secara andal dan adaptif terhadap risiko iklim. PLN Nusantara Power tidak hanya berfokus pada produksi listrik, tetapi juga memastikan pengelolaan pembangkit memberi manfaat nyata bagi keselamatan masyarakat melalui operasional yang aman dan berkelanjutan,” tutup Ruly.

Ke depan, PLTA Sipansihaporas bukan hanya menjadi sumber listrik hijau bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari perlindungan hidup warga di sekitarnya. Di tengah cuaca ekstrem yang kian sering terjadi, keberadaan pembangkit ini memberi lebih dari sekadar energi. Ia menghadirkan rasa aman, ketenangan, dan harapan bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan aliran sungai.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://web.pln.co.id

Berita Terkait

Guru-guru Sulawesi Beradu Inovasi STEM di Teacher Tech Championship 2026, Karyanya Bikin Kagum
Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Guru-guru Sulawesi Beradu Inovasi STEM di Teacher Tech Championship 2026, Karyanya Bikin Kagum

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:09 WIB

KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru