Kepala BNPB: Normalisasi Sungai Juwana Solusi Berkelanjutan Atasi Banjir

- Penulis

Jumat, 16 Januari 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., mengunjungi wilayah terdampak di Kabupaten Kudus pada hari ini, Jumat (16/1). (Bidang Komunikasi Kebencanaan/Desna Dwinda Jatnika)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., mengunjungi wilayah terdampak di Kabupaten Kudus pada hari ini, Jumat (16/1). (Bidang Komunikasi Kebencanaan/Desna Dwinda Jatnika)

urbandiginews.com – Kabupaten Kudus merupakan salah satu wilayah terdampak bencana hidrometeorologi basah yang cukup signifikan di Provinsi Jawa Tengah, pada pertengahan pekan Januari 2026. Data kaji cepat sementara per Jumat (16/1), sebanyak 38 desa di 7 kecamatan terdampak banjir. Adapun sebanyak 5.890 rumah terendam, termasuk 11 tempat ibadah dan 45 fasilitas pendidikan. Sementara untuk korban jiwa ada 2 orang akibat laka air dan sebanyak 1.805 jiwa terpaksa harus mengungsi di 11 titik. 

Berikutnya fenomena tanah longsor terjadi di 127 titik yang tersebar di 14 desa dan menyebabkan satu orang meninggal dunia. Selanjutnya fenomena angin kencang juga terjadi dan berdampak di 15 desa. Puluhan pohon tumbang menghalangi jalan raya, menimpa rumah warga dan kendaraan.

Beberapa rangkaian kejadian bencana itu pun menjadi perhatian pemerintah pusat. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., mengunjungi wilayah terdampak di Kabupaten Kudus pada hari ini, Jumat (16/1).

Dalam kunjungannya, Kepala BNPB langsung menuju lokasi pengungsian yang berada di aula gedung DPRD Kabupaten Kudus. Di lokasi ini terdapat pengungsi sebanyak 697 jiwa yang terdiri dari 291 laki-laki dan 396 perempuan.

Di hadapan para pengungsi, Kepala BNPB menyampaikan ungkapan bela sungkawa dari Presiden atas bencana banjir yang terjadi di sana. Di tengah penanganan masif banjir dan longsor di Sumatra, Pemerintah Pusat tetap memberikan perhatian penuh di wilayah lain, termasuk di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Indonesia-Turki Sepakat Kolaborasi Produksi Film, Pameran Lukisan Serta Pembangunan Rumah Budaya Indonesia di Turki

Normalisasi DAS Juwana Jadi Perhatian Utama

Saat berdialog dengan para pengungsi, Kepala BNPB memperoleh informasi bahwa kebutuhan dasar mereka terjamin. Namun masyarakat terdampak mengharapkan adanya solusi permanen agar peristiwa banjir tidak berulang. Penanganan daerah aliran sungai (DAS) Juwana pun menjadi perhatian masyarakat ini. Mereka meminta adanya upaya normalisasi Sungai Juwana yang melintas di wilayahnya.

“Ada satu hal tadi yang menjadi keluhan warga masyarakat terdampak di Kaupaten Kudus. Kebutuhan dasar mereka, mereka tidak perlukan, artinya terjamin, tetapi mereka meminta normalisasi sungai Juwana supaya bencana serupa tidak terjadi di kemudian hari,” ungkap Kepala BNPB setelah melakukan rapat koordinasi di Kantor DPRD Kudus, Jumat (16/1).

BNPB telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penanganan jangka panjang DAS Juwana. Kepala BNPB menyebutkan normalisasi telah menjadi program dan perhatian BBWS Juwana.

Menurut Suharyanto, penanganan bencana banjir yang pernah terjadi di Jawa Tengah telah dilakukan secara optimal. Ia mencontohkan penanganan banjir di beberapa wilayah, seperti di Kota Semarang pada 2025 lalu. Ketika hujan lebat terjadi waktu itu, wilayah sekitar Genuk-Kaligawe dikepung banjir selama lebih dari sepekan. Namun, dengan adanya penanganan yang semakin baik, saat ini wilayah Kota Semarang aman dari banjir.

Kemudian dalam periode 2023-2024 terjadi banjir besar di Demak, akibat jebolnya tanggal Sungai Wulan, yang kemudian ditangani agar tidak kembali banjir.

Baca Juga :  Empat Kabupaten di Sumatera Utara Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan

Seperti wilayah lain yang telah disebutkan, segala upaya berorientasi pada pencegahan dan mitigasi pun akan dilakukan dalam penanganan banjir Kudus kali ini. Sebagaimana yang menjadi atensi masyarakat, fokus penanganan dan mitigasi ini adalah normalisasi Kali Juwana.

“Kali Juwana, normalisasinya yang utama untuk jangka menengah-jangka panjangnya ini bisa segera terrealisasi hingga tahun depan itu tidak terjadi lagi banjir di titik atau daerah yang sama seperti saat ini,” tambahnya.

Selain penanganan jangka panjang, BNPB melakukan penanganan jangka pendek berupa operasi modifikasi cuaca (OMC). Operasi ini dilakukan atas rekomendasi BMKG. Satu pesawat disiagakan untuk OMC di wilayah Jawa Tengah.

Sesuai rencana awal, pelaksanaan OMC ini akan dilakukan selama lima hari ke depan, namun tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang dengan melihat hasil evaluasi dan pantauan di lapangan. Meskipun cuaca di Kudus masih terpantau mendung, namun Kepala BNPB menilai bahwa OMC ini mampu optimal bekerja untuk penanganan banjir di Kudus dan sekitarnya.

“Untuk Jawa Tengah, atas arahan dari BMKG kita melakukan OMC, sementara dari sejak kemarin 3  hari sampai sekarang ini ada 1 pesawat yang terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca,” ucap Kepala BNPB.

Setelah melakukan rapat koordinasi bersama unsur forkopimda di Kudus, Kepala BNPB langsung bertolak menuju Jepara dan esok hari akan meninjau penanganan darurat bencana di Pati. Dua kabupaten tersebut juga terdampak banjir di awal tahun ini.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://bnpb.go.id/

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB