Jakarta, 17 November 2024, urbandiginews.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Komdigi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam upaya memerangi judi online di Indonesia.
Kerja sama ini telah berhasil mengamankan lebih dari 10.000 rekening bank yang terafiliasi dengan aktivitas ilegal tersebut, sebuah langkah yang mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden mendorong agar lembaga-lembaga terkait bersinergi untuk memberantas judi online secara efektif.
“Seperti arahan Presiden Prabowo, semua lembaga terkait harus bersatu padu untuk menunjukkan peran kita sebagai negara dalam melawan judi online.
Kami berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi dan menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, stabil, dan terpercaya,” kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).
Dalam upaya bersama ini, Kementerian Komdigi dan OJK sepakat untuk memperkuat regulasi serta meningkatkan pemantauan terhadap transaksi yang berpotensi berkaitan dengan judi online. Meutya Hafid menegaskan bahwa langkah-langkah tegas akan diambil terhadap rekening yang terlibat dalam aktivitas tersebut.
“Pengguna judi online dapat terjerat pemblokiran rekening. Kami akan mengirimkan data-data terkait kepada OJK dan memastikan proses ini dilakukan dengan penuh ketegasan,” ujarnya.
Menkomdigi juga menyoroti pentingnya literasi digital untuk masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah pemanfaatan platform cekrekening.id, yang akan dikembangkan lebih lanjut dalam kerja sama dengan Anti Scam Center milik OJK.
“Platform ini akan membantu masyarakat untuk membedakan rekening-rekening yang aman dan yang terindikasi aktivitas kejahatan keuangan,” tambah Meutya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menjelaskan bahwa pemblokiran rekening dilakukan melalui proses analisis yang mendalam dan komprehensif. “Kami memastikan setiap rekening yang terafiliasi dengan judi online melewati asesmen yang ketat.
Selain itu, langkah serupa akan dilakukan untuk akun-akun lain yang terindikasi,” jelas Mahendra.
Kerja sama lintas lembaga ini menggambarkan keseriusan pemerintah, terutama di bawah Kabinet Merah Putih, dalam melindungi masyarakat dari ancaman judi online. Langkah ini juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Kami juga meminta kepada seluruh bank untuk melakukan pendalaman dan asesmen menyeluruh terhadap rekening-rekening yang terafiliasi dengan judi online, serta memastikan langkah serupa diambil untuk rekening-rekening lain yang sudah diblokir,” tegas Mahendra.
Konferensi pers ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo, dan Kepala Eksekutif Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, yang juga mendukung penuh langkah-langkah ini untuk memerangi judi online dan memperkuat ekosistem keuangan digital di Indonesia.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Kementerian Komdigi, OJK, dan lembaga terkait lainnya, pemerintah berharap dapat semakin mempersempit ruang gerak bagi praktik judi online yang merugikan masyarakat dan merusak integritas sistem keuangan di Indonesia.







