Telkom Perkuat Fondasi Kemandirian Digital Bangsa Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Telkom menyelenggarakan Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional yang mandiri, aman, dan berdaya saing melalui pengembangan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia, Rabu (20/5).

Telkom menyelenggarakan Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional yang mandiri, aman, dan berdaya saing melalui pengembangan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia, Rabu (20/5).

 

“Kolaborasi nasional melalui pembentukan AdyaCakra dorong penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia”

 

urbandiginews.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” pada Rabu (20/5) di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis lintas sektor untuk memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia melalui tiga pilar utama, yakni Cloud Sovereignty, AI Sovereignty, dan Cybersecurity Sovereignty, guna mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih mandiri, aman, dan berdaya saing.

Turut hadir dalam forum ini Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, dan Managing Director Gen AI Lead, Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah. Keterlibatan para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat arah kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus mendorong pengembangan ekosistem digital nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan di tengah percepatan transformasi digital global.

Seiring meningkatnya adopsi teknologi digital, isu sovereignty semakin menjadi perhatian di banyak negara. Ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi global dinilai tidak lagi hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, hingga kepentingan strategis nasional.

Telkom menyelenggarakan Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional yang mandiri, aman, dan berdaya saing melalui pengembangan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia, Rabu (20/5).

Kondisi tersebut semakin menegaskan pentingnya penguatan sovereign digital ecosystem untuk memastikan data, infrastruktur, kapabilitas AI, serta keamanan digital nasional tetap berada dalam kepentingan, hukum, dan kendali negara. Melalui forum ini, Telkom mendorong penguatan kolaborasi nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga dapat mengembangkan, mengelola, dan memonetisasi aset serta kapabilitas digital nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai ekonomi digital global.

Baca Juga :  Telkom Dukung UMKM Binaan Tembus Pasar Global melalui Trade Expo Indonesia 2025

Melalui Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026, Telkom berharap dapat mendorong lahirnya kolaborasi dan gerakan bersama menuju kedaulatan teknologi Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi digital nasional yang mampu menciptakan nilai ekonomi, peluang inovasi, dan daya saing yang berkelanjutan di tingkat regional maupun global.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan, “Transformasi digital nasional tidak hanya berbicara mengenai percepatan adopsi teknologi, tetapi juga bagaimana Indonesia memiliki kapasitas, ketahanan, dan kendali terhadap infrastruktur serta ekosistem digitalnya sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin.

Dari sisi keamanan siber dan perlindungan data nasional, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya penguatan kendali nasional terhadap data dan sistem digital strategis. “Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal. Termasuk di dalamnya penguasaan terhadap sistem enkripsi sebagai bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional, dengan tetap terbuka terhadap perkembangan teknologi global,” tandasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan bahwa momentum transformasi digital Indonesia harus menjadi titik balik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global. “Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional. Karena itu, penguatan cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia menjadi fondasi penting agar data, intelligence, dan nilai ekonomi digital nasional dapat tumbuh serta memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia sendiri,” pungkas Seno.

Baca Juga :  Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding, Tetapkan Arah Bisnis hingga 2030
Telkom menyelenggarakan Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional yang mandiri, aman, dan berdaya saing melalui pengembangan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia, Rabu (20/5).

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 mengangkat berbagai isu strategis mulai dari sovereign cloud infrastructure, pengembangan AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber nasional, hingga pembangunan kapasitas talenta digital nasional sebagai upaya memperkuat kemandirian dan daya saing teknologi Indonesia secara berkelanjutan.

Selain menjadi wadah dialog strategis lintas sektor, Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 juga menandai peluncuran Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Pada kesempatan tersebut, Telkom turut memperkenalkan inisiatif AdyaCakra sebagai bagian dari pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity guna mendorong peran Indonesia sebagai pengembang dan penggerak ekosistem digital regional.

“AdyaCakra diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi Telkom dalam memperkuat fondasi digital sovereignty Indonesia, sekaligus mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui pengembangan ekosistem ekonomi digital yang lebih kuat, adaptif, dan berdaya saing global,” tambah Seno.

Sebagai bagian dari arah strategi transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi guna mendukung kebutuhan pasar akan layanan digital yang semakin meningkat secara optimal.

Visi kedaulatan teknologi ini sejalan dengan langkah nyata Telkom dalam mengadopsi dan mengembangkan kapabilitas AI melalui lima pilar AI Center of Excellence (AI CoE). Untuk membangun ekosistem AI nasional, Telkom berkolaborasi dengan kampus untuk riset dan pengembangan talenta (AI Campus), ruang kreasi bagi developer (AI Playground), wadah kumpul komunitas (AI Connect), penyediaan solusi yang sudah teruji untuk masyarakat dan industri (AI Hub), hingga penerapan AI di internal perusahaan (AI Native). Melalui  inisiatif yang berkesinambungan, Telkom tidak hanya memperkuat perlindungan data dan kedaulatan digital nasional, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan industri.

 

#ElevatingYourFuture

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo
Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Connect.in-Spirasi Telkom Buka Cakrawala Digital Siswa Sekolah Rakyat Kulon Progo

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB