KemenEkraf-Kementerian PPN/Bappenas Kolaborasi Wujudkan Ekraf Sebagai ‘New Engine of Growth’

- Penulis

Rabu, 6 November 2024 - 22:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 6 November 2024. urbandiginews.com – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (KemenEkraf/Bekraf) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian PPN/Bappenas dalam upaya mewujudkan ekonomi kreatif sebagai “new engine of growth” yang mampu berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (MenEkraf/KaBekraf) Teuku Riefky Harsya saat bertemu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu (6/11/2024), mengatakan koordinasi dan kolaborasi sangat penting dilakukan sebagai tindak lanjut pembahasan program dan target sektor ekonomi kreatif ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas waktu untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Kami tentu senantiasa menyesuaikan arahan-arahan Bappenas dan juga target dari Presiden,” kata Menteri Teuku Riefky. 

Dalam RPJPN, target rasio produk domestik ekraf bruto ekonomi kreatif ditargetkan mencapai 8,37 persen dalam lima tahun ke depan. 

Adapun sasaran dan indikator program pembangunan 2029 yang ditetapkan adalah laju pertumbuhan produk domestik bruto ekonomi kreatif mencapai 6,12 persen, pertumbuhan ekspor ekonomi kreatif hingga level 5,9 persen, tenaga kerja ekonomi kreatif sekitar 27,6 juta, dan pertumbuhan investasi ekonomi kreatif sebesar 8,08 persen. 

“Untuk mencapai target ini, telah disusun lima kegiatan pembangunan atau KP. Yakni penguatan ekosistem pemampu ekonomi kreatif, penguatan ekosistem film, animasi, video, dan musik, kemudian juga ada penguatan untuk ekosistem fesyen dan kriya. Selain itu juga ada penguatan ekosistem aplikasi dan gim serta penguatan ekosistem kuliner,” ujar Menteri Teuku. 

Baca Juga :  Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Daerah, Kunci Sukses Pelaksanaan Reforma Agraria.

Menteri Teuku menjelaskan, penetapan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional dilandaskan atas banyak hal. Mulai dari landasan yuridis/teknokratik, landasan akademis, juga landasan empiris serta politis. 

“Karenanya di dalam asta cita, ekonomi kreatif dan industri kreatif disebutkan lebih dari 20 kali. Dan ini membuat saya yakin bahwa Presiden pasti mempunyai harapan yang besar terhadap ekonomi kreatif ke depan. Kami meyakini bahwa arahan asta cita itu adalah untuk mempersiapkan ekonomi kreatif sebagai new engine of growth dalam perekonomian Indonesia,” ujar Teuku. 

Lebih lanjut Menteri Teuku mengatakan, selaras dengan masa transisi yang berjalan saat ini, yakni pemisahan entitas antara Kementerian Pariwisata dan Kementerian Ekonomi Kreatif, pihaknya berharap dukungan besar dari Kementerian PPN/Bappenas. Pertama yakni dukungan penambahan alokasi anggaran tahun 2025 untuk mencapai target yang telah ditetapkan oleh Bappenas. 

“Secara paralel kami juga menyusun program kegiatan yang selaras dengan prioritas Presiden yang tercantum dalam asta cita,” ujar Riefky.  

Selanjutnya, KemenEkraf berharap dukungan sinkronisasi perencanaan kegiatan pembangunan terkait ekraf termasuk koordinasi antar kementerian/lembaga, serta monitoring dan evaluasi kegiatan pembangunan terkait ekonomi kreatif. Kemudian, Kementerian PPN/Bappenas diharapkannya juga memberikan pendampingan secara intensif kepada KemenEkraf/Bekraf.

Baca Juga :  Indonesia Kembali Ikuti Bursa Pariwisata di London Perkuat Capaian Kunjungan Wisman

Menteri Teuku Riefky juga mengatakan, KemenEkraf berkomitmen penuh untuk menggunakan data sebagai basis acuan dalam setiap penyusunan kebijakan atau data driven decision making, sehingga peran BPS menjadi sangat penting dalam mendukung formulasi kebijakan ekraf.

Oleh karena itu, kerja sama dengan BPS diperlukan dalam pelaksanaan sensus ekonomi 2026 untuk pengembangan basis data ekonomi kreatif dan pengukuran capaian indikator strategis ekonomi kreatif. Yakni indikator strategis ekonomi kreatif tersebut adalah penghitungan nilai PDB, ekspor, jumlah tenaga kerja ekraf dan nilai investasi; penyusunan neraca satelit ekraf; survei khusus ekraf; serta penyusunan model dinamik ekraf.

“Dalam pelaksanaannya, KemenEkraf/Bekraf siap menjadi mitra strategis dan  berkontribusi pada Survei Sensus Nasional Tahun 2026. Kami berhadap kolaborasi ini dapat mendorong terwujudnya capaian seperti harapan Presiden bahwa ekonomi kreatif sebagai new engine of growth ekonomi kreatif,” ujar Menteri Teuku Riefky. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar; Plt. Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dessy Ruhati; serta Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Muhammad Neil El Himam. 

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding, Tetapkan Arah Bisnis hingga 2030
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB