Tarik Ulur Kenaikan PPN 12 Persen: Ditunda, Menunggu Stimulus?

- Penulis

Jumat, 29 November 2024 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Urbandiginews.com – Rencana kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang sedianya dijadwalkan berlaku pada Januari 2025 tampaknya akan ditunda. Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, mengisyaratkan bahwa kebijakan ini masih menunggu kesiapan pemerintah dalam menyalurkan stimulus, seperti bantuan sosial (bansos) atau subsidi, kepada masyarakat yang terdampak.

“Kemungkinan besar ini diundur. Stimulus untuk masyarakat yang ekonominya sulit harus jalan dulu sebelum PPN naik,” ujar Luhut usai memberikan hak suara dalam Pilkada 2024, seperti dilansir CNBC Indonesia.

Penolakan Publik dan Penyiapan Stimulus

Wacana kenaikan PPN menjadi 12 persen memicu berbagai reaksi, terutama dari masyarakat dan pelaku usaha. Banyak pihak menyuarakan keberatan karena khawatir akan semakin menekan daya beli yang saat ini sudah lesu. Namun, Luhut menekankan pentingnya pemahaman publik bahwa pemerintah sedang menyiapkan langkah mitigasi berupa stimulus.

Baca Juga :  Prabowo, Jokowi dan SBY Tekan Tombol Bersama Luncurkan Danantara

“Orang belum tahu ada struktur ini (stimulus). Presiden akan putuskan setelah rapat lebih lanjut. Jadi, sebelum PPN naik, masyarakat harus diberi insentif,” jelasnya.

Menurut Luhut, pemerintah kini tengah menghitung jumlah masyarakat kelas menengah yang akan menjadi prioritas penerima stimulus. Ia menyebut proses ini membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga bulan.

Sikap Berbeda di Internal Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan pandangan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa belum ada pembahasan resmi mengenai penundaan kenaikan PPN di kalangan pemerintah. “Belum dibahas,” tegas Airlangga di Istana Kepresidenan, seperti dikutip CNN Indonesia.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati belum memberikan tanggapan resmi terkait penundaan ini. Dalam kesempatan terakhir saat ditemui di TPS, ia memilih untuk tidak berkomentar.

Suara Pengusaha dan Beban Ekonomi

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin, menyambut baik sinyal penundaan kenaikan PPN. Ia menilai, kenaikan ini dapat memperburuk kondisi daya beli masyarakat yang sudah menurun. “Kami sudah meminta penundaan, dan sepertinya pemerintah merespons,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pos Indonesia Gratiskan Pengiriman Bantuan untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Data PwC menunjukkan bahwa dengan tarif PPN saat ini sebesar 11%, Indonesia berada di peringkat kedua tertinggi di ASEAN. Jika dinaikkan menjadi 12%, tarif ini akan sejajar dengan Filipina sebagai yang tertinggi di kawasan.

Kesimpulan

Meski rencana kenaikan PPN 12 persen tertunda, kepastian pelaksanaannya masih bergantung pada kesiapan pemerintah dalam menghadirkan stimulus yang memadai. Sementara itu, berbagai pihak terus mengawasi perkembangan isu ini, termasuk dari kalangan masyarakat, DPR, dan pelaku usaha.

Apakah penundaan ini akan membawa dampak positif atau justru menambah polemik? Publik menanti langkah konkret pemerintah dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.

 

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://s.id/4Xq5J

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB