urbandiginews.com – Presiden melakukan kunjungan kerja maraton ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatra, Sabtu ini. Tiga daerah yang dikunjungi—Tapanuli Tengah, Kutacane (Aceh Tenggara), dan Padang Pariaman—menjadi fokus utama pemulihan akibat bencana yang melanda dalam sepekan terakhir.
Kunjungan pertama dilakukan di Tapanuli Tengah, di mana Presiden meninjau langsung proses evakuasi dan pendistribusian bantuan darurat. Bahan pangan, BBM, hingga pemulihan listrik terus dikerahkan untuk menjangkau desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Dukungan armada udara dan laut seperti Hercules, helikopter, serta kapal-kapal logistik yang bersandar di Pelabuhan Sibolga memperkuat upaya percepatan penanganan.
Perjalanan dilanjutkan ke Kutacane, Aceh Tenggara, tempat Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan darurat. Pemerintah memprioritaskan normalisasi aliran sungai, perbaikan jembatan antarwilayah yang terputus, serta pendataan kebutuhan warga agar bantuan tepat sasaran. Fasilitas publik dan sekolah yang rusak juga dipastikan segera diperbaiki sesuai standar pemulihan bencana.

Tinjauan hari itu ditutup di Padang Pariaman, di mana Presiden menginspeksi dapur umum, posko pengungsian, dan layanan kesehatan untuk para warga terdampak. Pemulihan jaringan listrik, distribusi air bersih dan BBM, serta rekonstruksi akses jalan dan jembatan menjadi agenda mendesak yang harus segera dirampungkan.
Presiden mengapresiasi kerja cepat dan kolaboratif seluruh unsur yang terlibat—BNPB, TNI, Polri, Kementerian PUPR, dan pemerintah daerah—dalam menangani situasi darurat. Di tengah upaya tersebut, Presiden juga menyampaikan duka cita mendalam kepada korban serta keluarga yang kehilangan anggota keluarganya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan mengawal proses pemulihan. “Rekonstruksi infrastruktur, pemulihan energi, perbaikan layanan dasar, serta penyaluran bantuan akan dipastikan berjalan efektif dan tepat sasaran,” tegas Presiden dalam kunjungannya.







