Ekonomi Kreatif Dukung Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025: Masjid sebagai Pusat Seni, Inklusi, dan Inovasi

- Penulis

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

urbandiginews.com – Langkah strategis menuju Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 semakin kuat. Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) melakukan audiensi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pada Senin, 4 Agustus 2025, di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta Selatan.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Romi Astuti, Direktur Fesyen Ekraf RI, yang mewakili Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain. Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaboratif, Kemenparekraf menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 (Seri ke-3) yang akan digelar pada 21–24 Agustus 2025 di Desa Cupel, Jembrana, Bali.

“Kami siap mendukung melalui jalur publikasi di kanal resmi seperti Instagram @ekraf.ri dan @creativebyindonesia, serta membuka jejaring mitra untuk memaksimalkan dampak festival ini,” ujar Romi Astuti. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kesinambungan antara YMPN dan Ekraf RI dalam mengangkat peran masjid sebagai pusat seni, ekspresi, inklusi sosial, serta pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Baca Juga :  Melalui GoZero% Bandung, Telkom Gerakkan Karyawan Lahirkan Inovasi Pengolahan Sampah

Festival Kolaboratif dengan Sentuhan Darat, Laut, dan Udara

Ketua YMPN, Firmansyah Dimmy, memaparkan bahwa festival tahun ini dirancang lebih inklusif dan kolaboratif. Tak hanya mengusung pawai budaya, tabligh akbar, workshop, bazar UMKM, dan camping, festival ini juga menghadirkan lomba perahu layar (Jukung), balap sampan tradisional (Omplok), lomba memancing, hingga kompetisi drone fotografi dan videografi.

“Kami ingin menjadikan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tapi juga ruang yang mempersatukan seni, spiritualitas, dan inovasi,” ungkapnya.

Film Sebagai Terapi Sosial dan Media Inklusi

Budi Sumarno, produser film dan penulis buku Terapi Film, yang juga merupakan pengurus YMPN, menambahkan dimensi baru pada festival: film tourism dan film inklusi. Dalam festival nanti, ia akan menggelar workshop film inklusif yang melibatkan penyandang disabilitas dan peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).

Baca Juga :  Tragedi Kampung Miliarder Tuban, Dulu Kaya Raya Kini Terpaksa Menjual Aset yang Tersisa

“Film dapat menjadi sarana terapi sekaligus pemberdayaan. Kami ingin Jembrana menjadi pionir film inklusi di Bali,” kata Budi yang aktif dalam gerakan inklusi nasional.

Menuju Ekosistem Masjid Kreatif Nasional

Dukungan untuk Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 tak hanya ditujukan pada penyelenggaraan event, tetapi juga pada masa depan gerakan ini. Fadian M. Paham, pengurus YMPN sekaligus Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), berharap program-program ini bisa membuka jalan kolaborasi lebih luas antara DMI dan Ekraf RI.

“Kami ingin Festival ini menjadi model nasional—bahwa masjid bisa menjadi sentra budaya dan ekonomi kreatif yang mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi dan keberdayaan, Festival Budaya Masjid Pantai Bali 2025 bukan hanya sebuah pertunjukan budaya—tetapi sebuah gerakan menuju wajah baru masjid di Indonesia: kreatif, inklusif, dan penuh inspirasi.

—

Penulis : Eka Sanur

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang
Ubah Sampah Jadi Manfaat, Amerta Gelar Kampanye Trashformer di FISIP USU
TelkomGroup Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalimantan
Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital
Telkom Hadirkan EduMind Wellbeing dan AI Camp di Makassar, Diikuti 350 Peserta
Gempa NTT: Telkom Akses Gercep Turunkan 150 Teknisi, Layanan Siaga 24 Jam
TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan Hingga Rp1,3 Miliar untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT
Berita ini 152 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:58 WIB

Ubah Sampah Jadi Manfaat, Amerta Gelar Kampanye Trashformer di FISIP USU

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:19 WIB

TelkomGroup Salurkan Bantuan Kesehatan bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalimantan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Pulihkan Pembelajaran Pascagempa Manggarai, Telkom Hadirkan Fasilitas Belajar dan Konektivitas Digital

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB