Hapus Kemiskinan Ekstrem Lewat PKH Jateng Fest 2024 

- Penulis

Selasa, 24 Desember 2024 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memotivasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menuju graduasi mandiri. Mensos dan Wamensos juga menekankan pentingnya kolaborasi untuk menghapus kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan. Hal ini disampaikan pada acara PKH Jateng Fest di Kabupaten Rembang.

Dalam sambutannya, Mensos Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem adalah salah satu prioritas utama pemerintah.

“Kami tidak hanya bekerja untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan dengan baik, tetapi juga mempersiapkan KPM agar dapat hidup mandiri dan keluar dari lingkaran kemiskinan ekstrem. Kegiatan seperti PKH Jateng Fest ini adalah salah satu cara kami memperlihatkan hasil nyata dari upaya pemberdayaan masyarakat,” tegasnya pada Senin (23/12/2024).

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 9,03 persen, menurun 0,33 persen poin terhadap Maret 2023 dan menurun 0,54 persen poin terhadap September 2022. Berangkat dari data ini, Program PKH bersama dengan inisiatif pemberdayaan lainnya seperti bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan dukungan layanan dasar, dirancang untuk memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu masyarakat pra sejahtera.

Baca Juga :  TelkomGroup Salurkan Bantuan Kemanusiaan dan Aktifkan 13 Titik Internet Satelit untuk Korban Bencana Sumatra

Wamensos Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa penghapusan kemiskinan ekstrem membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.

“Bantuan sosial seperti PKH adalah langkah awal. Selanjutnya, kita harus memastikan akses pendidikan, kesehatan, dan peluang kerja bagi masyarakat miskin. Tanpa kolaborasi yang solid, penghapusan kemiskinan ekstrem hanya akan menjadi wacana,” ujar Wamensos.

Dalam PKH Jateng Fest, sejumlah inisiatif konkret diperlihatkan sebagai bagian dari upaya penghapusan kemiskinan ekstrem. Salah satunya adalah pameran hasil usaha KPM yang telah berhasil graduasi mandiri, seperti Iftriah, seorang KPM dari Kabupaten Rembang yang kini mengembangkan usaha pakan ternak. Keberhasilan Iftriah menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat, KPM tidak hanya dapat mandiri tetapi juga berkontribusi pada penguatan ekonomi lokal.

Meski keberhasilan program seperti PKH terlihat nyata, Gus Ipul mengakui bahwa tantangan dalam menghapus kemiskinan ekstrem masih besar.

“Kemiskinan ekstrem bukan hanya soal kurangnya penghasilan, tetapi juga kurangnya akses ke layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat,” katanya.

Gus Ipul menambahkan salah satu tantangan terbesar adalah membangun kesadaran dan semangat di kalangan KPM untuk mengubah pola pikir dan memberdayakan diri mereka.

Baca Juga :  Tiket Habis Terjual, 20 Ribu Pengunjung Akan Semarakkan Digiland 2025

“Kita tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga harus mengubah mindset bahwa mereka mampu bangkit. Pendamping PKH memiliki peran besar dalam hal ini, dan saya mengapresiasi kerja keras mereka di lapangan,” tambah Mensos.

Sebagai bagian dari strategi besar penghapusan kemiskinan ekstrem, Kementerian Sosial akan terus meningkatkan jangkauan dan kualitas program pemberdayaan masyarakat. Selain PKH, program-program seperti Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), bantuan rumah layak huni, dan pelatihan keterampilan akan diintegrasikan untuk memberikan dampak yang lebih signifikan.

Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Sentra Antasena Magelang, Sentra Margo Laras Pati, dan Sentra Satria Baturraden menyalurkan bantuan pada perhelatan PKH Jateng Fest 2024 untuk 231 orang Pemerlu Atensi Sosial (PAS). Bantuan yang disalurkan senilai Rp198,4 juta.

Gus Ipul menutup acara dengan harapan bahwa keberhasilan PKH di Jawa Tengah, khususnya dalam mendorong graduasi mandiri, dapat menjadi model nasional untuk penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Kami ingin langkah graduasi seperti ini menjadi contoh bahwa dengan kerja sama yang baik antara semua pihak, kemiskinan ekstrem bisa dihapuskan. Mari kita wujudkan bersama Indonesia yang lebih sejahtera,” pungkasnya.
Bagikan

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : kemensos.go.id

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB