HARMONI” – SEBUAH NAFAS SINEMA TENTANG PETANI, ALAM, DAN PERUBAHAN IKLIM

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Harmoni sebuah film layar lebar produksi Rekam Films dan Teras Mitra yang didukung oleh GEF SGP Indonesia dan UNDP Indonesia, akan tayang serentak pada tanggal 31 Juli 2025 di 17 lokasi bioskop Sam’s Studio di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Film berdurasi 115 menit ini mengangkat isu lingkungan, sosial, kearifan lokal, dan perubahan iklim melalui kisah nyata dua keluarga petani di Bali dan Gorontalo yang penuh inspirasi.

Disutradarai oleh Yuda Kurniawan, pemenang Piala Citra FFI 2018 untuk film dokumenter Nyanyian Akar Rumput, Harmoni mengisahkan perjuangan Made, petani rumput laut di Nusa Lembongan, Bali, yang gigih menjaga kelestarian tanaman rumput laut di tengah gempuran pariwisata massal yang merusak ekosistem laut. Di sisi lain, Tuwarno, petani jagung di Desa Saritani, Gorontalo, berusaha melestarikan tradisi “ Panggoba” ilmu kearifan lokal membaca bintang yang diwariskan turun-temurun sebagai penuntun dalam menghadapi kekeringan panjang akibat perubahan iklim.

Film ini mengajak penonton untuk menyadari pentingnya menjaga ekosistem lingkungan laut dan darat dengan memelihara tanaman rumput laut serta mempertahankan tradisi kearifan lokal yang menjadi kunci keberlangsungan hidup masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim. Keaslian cerita diperkuat dengan penggunaan bahasa daerah dan pemeran lokal yang menghadirkan nuansa autentik dan mendalam.

Baca Juga :  Raih Emas IPITEx 2026, Pelajar Indonesia Ciptakan AI Bantu Petani Cek Kesehatan Tanah Lebih Cepat

Sinopsis Film

Made terus mempertahankan usaha rumput lautnya meski pariwisata di Nusa Lembongan semakin masif dan mengancam kelestarian lingkungan laut. Sementara itu, Tuwarno di Gorontalo berjuang melawan kekeringan panjang dengan mengandalkan tradisi Panggoba dan metode pertanian ramah lingkungan untuk bertahan hidup. Akankah mereka mampu mengatasi krisis lingkungan dan perubahan iklim yang kian nyata?

Harmoni telah diputar perdana dan berkompetisi di 30th Kolkata International Film Festival 2024 dalam sesi Asian Select NETPAC Award, film ini membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan dan kearifan lokal ke panggung dunia.

Film dengan cerita multi konflik ini Diperankan oleh A. Rani Someng (Made), Fadli Hamami (Dhipta), Bunaeri (Tuwarno), Fatra Hala (Panggoba) Fiml ini di garap oleh Sutradara & Editor Yuda Kurniawan, Produser Eksekutif Catharina Dwihastarini, Penulis Skenario Misya Latief, Yuda Kurniawan, Pengarah Cinematography Yoyok Budi Santoso, Penata Musik Ryan Kriswandana

Film ini akan hadir di 17 lokasi Sam’s Studio, termasuk Sukabumi, Garut, Subang, Cianjur, Indramayu, Pekalongan, Klaten, Ungaran, Pemalang, Gombong, Solo, Salatiga, Nganjuk, Pasuruan, Kediri, dan Probolinggo.

Baca Juga :  Film, Folklore, dan Inklusi Budaya: Jembrana Menyapa Masa Depan Lewat Bioskop Bisik

Harmoni lahir dari kegelisahan saya melihat dampak perubahan iklim yang semakin nyata, terutama bagaimana petani seperti keluarga saya berjuang mempertahankan hidup mereka. Saya ingin menampilkan kisah dua keluarga petani yang tidak hanya berjuang melawan perubahan iklim, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dengan cara menanam rumput laut di Bali dan melestarikan tradisi Panggoba di Gorontalo. Saya berharap film ini menginspirasi kita semua untuk hidup selaras dengan alam dan menjaga warisan kearifan lokal demi masa depan yang lebih harmonis; Ujar Yuda Kurniawan

Film ini menjadi refleksi nyata tentang bagaimana masyarakat di daerah terpencil menghadapi dampak perubahan iklim dan krisis lingkungan. Dengan kisah yang kuat dan autentik, Harmoni mengajak kita semua untuk peduli dan terlibat aktif dalam pelestarian ekosistem dan kearifan lokal yang menjadi kunci keberlanjutan hidup. Mari dukung pelestarian lingkungan dan jaga kearifan lokal dengan menonton Harmoni di bioskop Sam’s Studio mulai 31 Juli 2025; ungkap Catharina Dwihastarini .

Penulis : Budi Sumarno

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB