IndiHome Beralih ke Telkomsel, Pengamat: Untungkan Telkom

- Penulis

Jumat, 20 Juni 2025 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

urbandiginews.com – Langkah Telkom Group mengonsolidasikan unit bisnis Indihome ke dalam entitas PT Telkomsel dinilai sebagai keputusan yang sangat strategis. Langkah mengalihkan Indihome ke Telkomsel dipastikan tidak mengurangi potensi keuntungan mengingat Telkomsel akan tetap menyetor labanya ke Telkom sebagai induk perusahaan.

Direktur Eksekutif Segara Research Institute Piter Abdullah Rejalam menilai langkah Telkom ini sebagai keputusan yang sangat strategis. “Kalau ada yang mengatakan itu nggak menguntungkan ya aneh juga. Ini kan keputusan strategi sebuah entitas bisnis besar selevel Telkom. Selama masih dalam satu grup, keuntungan tetap dikonsolidasikan, kecuali IndiHome dilepas keluar sepenuhnya. Tapi ini kan masih di Telkom Group,” kata Piter Abdullah di Jakarta, Rabu (18/6).

Piter menjelaskan, keputusan menyerahkan IndiHome ke Telkomsel telah dipertimbangkan secara matang. Dia yakin langkah ini tidak akan merugikan Telkom karena Telkomsel tetap anak usaha yang keuntungannya akan tetap dikonsolidasikan ke Telkom. “Tidak mungkin merugikan Telkom. Aneh kalau meragukan keputusan melepaskan IndiHome,” tegas dia.

Tahun lalu, Telkom Grup berhasil membukukan pendapatan Rp 149,9 triliun, naik 0,5% dari tahun 2023 sebesar Rp 149,2 triliun. Pendapatan Telkom tercatat masih terus tumbuh meski Indihome telah bergabung dengan Telkomsel sejak 1 Juli 2023.

Baca Juga :  Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN): Narasi Ketua BEM UGM Disinformatif, Menyesatkan dan Tidak Sesuai Fakta Teknis Maupun Skema Pembiayaan Yang Berlaku.

Dengan penggabungan Indihome ke Telkomsel, layanan Indihome bisa menyasar basis pelanggan Telkomsel yang mencapai. Sejak dialihkan ke Telkomsel tahun 2023, basis pelanggan Indihome bertambah 7,7% atau 769.000 menjadi 10,8 juta. Jumlah pelanggan Indihome masih bisa terus bertambah besar mengingat pelanggan Telkomsel mencapai 158 juta pada kuartal I 2025.

Langkah ini diyakini akan memperkuat sinergi antara layanan internet rumah dan seluler. Telkom Group ingin menghadirkan layanan fixed mobile convergence yang lebih optimal bagi pelanggan. Transformasi ini menjadi bagian dari program besar bertajuk “Five Bold Moves” yang tengah dijalankan Telkom Group untuk mempercepat pertumbuhan dan efisiensi bisnis jangka panjang.

Lebih lanjut Piter menegaskan Telkom kini bukan lagi sekadar perusahaan penjual pulsa. Lini bisnisnya luas, bahkan mencakup kabel laut dengan pasar global. “Ini yang banyak tidak diketahui orang. Jadi Telkom menata ulang bisnisnya agar selaras dengan perubahan industri,” katanya.

Ketika ditanya apakah langkah pengalihan Indihome ke Telkomsel membuat Telkom kehilangan potensi pendapatan dari IndiHome sebesar Rp 26,3 triliun, Piter menjawab tegas. “Telkom itu nggak cuma jualan pulsa atau internet IndiHome. Sekarang mereka fokus ke lini bisnis baru seperti data center yang butuh konsentrasi tinggi,” kata dia.

Piter juga mengamini strategi Telkom yang mengarah ke B2B. Dia yakin Telkom punya pertimbangan yang lebih lengkap dibanding para pengamat. Telkom akan mengarahkan bisnisnya ke sektor B2B seperti infrastruktur digital, pusat data, cloud, serta konektivitas untuk perusahaan dan lembaga pemerintahan. “Saya tidak mau seperti pengamat bola yang merasa lebih pintar dari pelatih. Telkom lebih tahu bisnisnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Bank Indonesia Sediakan Tiga Layanan Baru BI-FAST

Menurutnya, fokus ke B2B adalah langkah yang masuk akal karena pasarnya lebih besar daripada ritel. Ia bahkan menyebut lini bisnis Telkom seperti kabel laut dan satelit justru sudah dikenal di pasar global. “Telkom kini jadi perusahaan multinasional yang membawa nama baik Indonesia. Itu membanggakan,” katanya.

Menurut Piter, data center akan menjadi motor pertumbuhan Telkom di masa depan dan sangat menjanjikan. “Kita menuju era digital. Semua akan digital. Permintaan data center makin besar,” katanya.

Piter memperingatkan bahwa jika Indonesia tidak bergerak cepat, bisnis data center akan dikuasai negara lain seperti Singapura. Menurutnya, keamanan data menjadi kunci, dan Telkom bisa memainkan peran penting di sektor ini. “Data kita harus disimpan di dalam negeri. Dan Telkom bisa menjadi pemain utama. Ini akan jadi pilar pendapatan Telkom di masa depan,” tegasnya.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 134 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB