Kementerian Kebudayaan Susun Skema SPEK untuk Pulihkan Ekosistem Kebudayaan Aceh Pascabencana

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com — Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I menyusun Skema Kerja Satuan Pemulihan Ekosistem Kebudayaan (SPEK) Aceh sebagai pedoman bersama dalam memulihkan ekosistem kebudayaan Aceh pascabencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025. Skema ini dirancang untuk menjadi acuan kolaboratif bagi pemerintah, komunitas budaya, lembaga kebudayaan, dunia usaha, akademisi, serta mitra pembangunan.

Penyusunan skema SPEK 2026 berangkat dari pengalaman penanganan tanggap darurat dan pemulihan awal yang telah dilakukan BPK Wilayah I bersama komunitas budaya sepanjang akhir tahun 2025. Berbagai inisiatif kemanusiaan dan kebudayaan telah dilaksanakan, mulai dari distribusi bantuan berupa pangan dan sandang, rapid assessment kondisi situs cagar budaya, pelaku budaya dan juru pelihara situs cagar budaya, bantuan sosial kepada mahasiswa daerah terdampak yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Banda Aceh melalui kelompok paguyuban mahasiswa dari 17 kabupaten/kota di Aceh, kegiatan bakti sosial pembersihan situs dan pemulihan trauma anak-anak melalui permainan tradisional rakyat di dua kabupaten/kota, penyaluran perangkat sekolah kepada 800 siswa sekolah dasar serta pelibatan 385 seniman dalam berbagai kegiatan peduli bencana

Skema SPEK Aceh menempatkan pelaku budaya sebagai subjek utama pemulihan. Berdasarkan data terkini, terhimpun sebanyak 1.471 entitas pelaku kebudayaan di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi Aceh 2025, yang terdiri atas seniman, budayawan, pegiat budaya, pelaku budaya, pendamping desa budaya, serta juru pelihara, termasuk pelaku budaya yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung.  Sementara itu program SPEK Aceh bertujuan melindungi dan memulihkan kehidupan pelaku budaya terdampak bencana, menyelamatkan serta merehabilitasi warisan budaya benda dan takbenda, memulihkan sarana prasarana dan ruang hidup kebudayaan, serta menguatkan kembali ekosistem kebudayaan Aceh secara berkelanjutan dan adaptif terhadap risiko bencana.Kepala BPK Wilayah I, Piet Rusdi, juga menyampaikan bahwa program ini diharapkan dapat menjadi pedoman bersama bagi pemerintah, komunitas budaya, lembaga kebudayaan, dunia usaha, akademisi, dan mitra pembangunan dalam memulihkan ekosistem kebudayaan Aceh pascabencana hidrometeorologi November 2025. “Program ini tentunya hanya akan dapat dilaksanakan secara maksimal melalui komunikasi dan kolaborasi berbagai pihak, utamanya Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota dengan melihat skala prioritas pemulihan,” ujarnya.

Baca Juga :  Lakukan Topping Off, TelkomGroup Siap Operasikan Hyperscale Data Center NeutraDC Nxera Batam Dukung Ekosistem AI

Pelaksanaan SPEK Aceh berlandaskan prinsip responsif dan bertahap, berbasis komunitas dan kolaborasi lintas sektor, sensitif terhadap nilai budaya dan aspek psikososial, berorientasi pada pemulihan ekosistem, serta terintegrasi dengan pengurangan risiko bencana berbasis budaya. Prinsip tersebut diterjemahkan ke dalam tiga pilar strategis, yaitu pemulihan psikososial berbasis seni dan budaya, pemulihan dan revitalisasi warisan serta sarana prasarana kebudayaan, serta penguatan narasi, data, dan pengetahuan kebudayaan pascabencana.

Baca Juga :  RUPSLB Telkom 2025 Tetapkan Perubahan Pengurus Perseroan

Secara operasional, skema kerja SPEK 2026 dilaksanakan melalui tiga fase dengan target antara lain menurunnya tekanan psikososial komunitas, kembalinya aktivitas seni di sebagian besar wilayah terdampak, tersedianya ruang aktivitas tetap bagi komunitas seni, meningkatnya partisipasi generasi muda, serta penguatan kebudayaan sebagai instrumen ketahanan sosial daerah.

Fase pertama difokuskan pada pendataan, pemetaan, dan stabilisasi sumber daya manusia serta pelaku budaya melalui program pendataan seniman dan komunitas kebudayaan, dukungan hidup dan alat kesenian, pemulihan psikososial berbasis seni, dan forum konsolidasi budaya. Fase kedua diarahkan pada rekonstruksi dan infrastruktur budaya melalui program pembangunan sanggar budaya, revitalisasi ruang budaya publik, penguatan maestro dan pewarisan, dan festival pemulihan budaya. Sementara itu, fase ketiga menitikberatkan pada akselerasi dan keberlanjutan, melalui program ekonomi kreatif berbasis budaya, jejaring budaya dan pasar, digitalisasi warisan budaya, dan integrasi budaya dan mitigasi.

Melalui Skema Kerja SPEK Aceh Tahun 2026, Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga pada keberlanjutan kehidupan sosial, identitas, dan ketahanan masyarakat Aceh di tengah risiko bencana di masa depan.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB