urbandiginews – Nyadran Gunung setahun sekali di Jumat Kliwon, Jumadil Awal di hutan Larangan, lereng Gunung Rogokusumo, desa Silurah Wonotunggal Batang. Bermula dari wabah (pagebluk) di masa silam, ritual nyadran gunung diadakan dengan syarat wedus kendit atau kebo bule dan tarian Ronggeng dalam iringan tujuh lagu gamelan.
Jejak arkeologis Punden Berundak desa Silurah menegaskan orientasi spiritualitas pada gunung telah hidup sejak masa pre-historic (megalitikum). Nyadran Gunung masih terus terjaga sebagai living tradition, manifestasi keterhubungan dengan leluhur dan kesatuan alam gunung.
Di tahun 2024 ini Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI telah mengesahkan Nyadran Gunung Silurah sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Sejak 2019 demi pelestarian tradisi Nyadran Gunung Silurah, terutama pada generasi masa kini, diadakan rangkaian acara seni budaya selama beberapa hari menjelang Nyadran Gunung. Rangkaian ‘acara satelit’ dalam karakter festival rakyat ini mengangkat potensi lokal yang ada di desa Silurah, baik alam, seni budaya dan kearkeologisan (kesejarahan).
Rangkaian acara seni budaya menjadi ‘dialog’; antar seni tradisional dan kontemporer; antar seniman, budayawan dan masyarakat; serta kolaborasi seni budaya secara langsung dengan masyarakat Silurah.
Puncak rangkaian acara seni budaya adalah prosesi ritual Nyadran Gunung. Semua yang hadir dan terlibat sejak awal, melebur bersama masyarakat Silurah, hikmat dan menghormati tradisi Nyadran Gunung.

Nyadran Gunung Silurah 2024 akan berlangsung di 29 November (dua hari setelah pemilu Pilkada). Bila di tahun-tahun sebelumnya rangkaian acara seni budaya diadakan sebelum Nyadran Gunung, di 2024 ini sebelum dan sesudah Nyadran Gunung (28-30 November 2024).
Rangkaian acara seni budaya yang menjadi satu kesatuan dengan Nyadran Gunung ini diadakan mengingat bahwa Nyadran Gunung tahun ini adalah dengan hewan kurban kebo bule (tahun ketujuh / setelah 7 tahun dengan wedus kendit). Sekaligus menjadi syukuran atas telah ditetapkannya Nyadran Gunung sebagai Warisan Budaya Tak Benda. Demikian event Nyadran Gunung 2024 bertajuk “Merayakan Warisan Budaya Tak Benda”.
Buat dulurs semuanya yang ingin tahu lebih mendalam apa itu “Nyadran Gunung Silurah” yang tahun ini telah resmi ditetapkan Kementerian Kebudayaan RI sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia 2024 dan akan kita rayakan bersama di event Nyadran Gunung Silurah 2024, 28-30 November besok ini bisa menyimaknya di video dokumenter ini. Rahayu.
Penulis : MJA Nashir
Editor : Marah Bangun
Sumber Berita : https://youtu.be/k36uX48EKhI?si=UvBZlwUllQVZacr8







