“Pengepungan di Bukit Duri: Kolaborasi Internasional, Aksi Memukau, dan Kritik Sosial yang Menggigit”

- Penulis

Minggu, 27 April 2025 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Hai, sobat film! Sudah nonton Pengepung di Bukit Duri? Film terbaru garapan maestro Joko Anwar ini bukan sekadar tontonan biasa. Dengan batasan usia 17 tahun ke atas karena mengandung adegan kekerasan yang intens, film ini sukses menghadirkan adrenalin dan emosi yang bergejolak.

Mengusung drama sosial yang kental dibalut dengan aksi mendebarkan, Pengepungan di Bukit Duri menjadi bukti nyata kekuatan sinema Indonesia yang siap bersaing di kancah dunia. Disokong kolaborasi antara Come and See Pictures, Amazon MGM Studios, dan Metro-Goldwyn-Mayer (MGM), film ini melangkah lebih jauh dari sekadar proyek nasional — ini adalah pernyataan berani dari Asia Tenggara kepada dunia.

Baca Juga :  Menkomdigi: Percepat Transformasi Digital dengan Keamanan Siber, Talenta Digital, dan Ekosistem Inklusif.

Tayang perdana 17 April 2025, film ini menceritakan perjalanan Edwin (diperankan Morgan Oey), seorang guru kesenian keras kepala yang terseret ke dalam kekacauan di SMA Duri, sekolah untuk anak-anak buangan. Dibalik usahanya mencari keponakan yang hilang, Edwin malah menghadapi kenyataan pahit tentang pentingnya empati, pendekatan emosional, dan keberanian untuk melawan stereotip dalam dunia pendidikan.

Dengan deretan aktor muda berbakat seperti Omara Esteghlal, Fatih Unru, Satine Zaneta, hingga veteran seperti Landung Simatupang dan Kiki Narendra, Pengepungan di Bukit Duri menyajikan karakter yang hidup dan sarat konflik batin.

Dalam tiga hari pertama penayangan, film ini sudah menggaet 272 ribu penonton dan kini telah melampaui 1 juta penonton! Rating 8.0 di IMDb pun mempertegas betapa film ini tidak hanya menghibur, tapi juga membekas dalam benak penonton.

Baca Juga :  Telkom Dukung Pembelajaran Coding dan AI di Sekolah Berbagai Daerah

Pengepungan di Bukit Duri mengajak kita merenungkan berbagai isu sosial seperti ketidakadilan, pentingnya solidaritas, dan krisis empati dalam dunia pendidikan, dibungkus lewat aksi menegangkan dan dialog penuh satire yang tajam. Untuk kamu yang ingin merasakan sensasi emosional mendalam sekaligus terpancing diskusi usai menonton, film ini jelas wajib masuk daftar tontonanmu.

Jadi, siapkan popcorn dan mentalmu — Pengepungan di Bukit Duri siap mengguncang hati dan pikiranmu!

Penulis : Dewinta

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB