Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, Telkom Wujudkan Harmoni Alam dengan Teknologi

- Penulis

Kamis, 22 Mei 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

0Berbagai aksi nyata telah dilakukan Telkom untuk menjaga lingkungan, mencakup penanaman pohon dan rehabilitasi terumbu karang di berbagai wilayah di Indonesia.

urbandiginews.com – Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh setiap tanggal 22 Mei, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menegaskan komitmennya terhadap pelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati, salah satunya melalui kegiatan “GoZero% Goes to Borneo” yang digelar pada 14–15 Mei 2025 di Pantai Batu Perawan, Tarakan, Kalimantan Utara.

Hari Keanekaragaman Hayati Internasional diperingati untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya keanekaragaman hayati bagi keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan di bumi. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk menjaga serta melestarikan kekayaan alam yang menjadi sumber kehidupan bagi manusia dan makhluk lainnya.

Mengusung tema “Hutan Dimulai dari Satu Pohon, Perubahan Dimulai dari Kita”, kegiatan ini mencakup penanaman 5.000 bibit mangrove di wilayah pesisir Tarakan. Aksi ini merupakan bagian dari upaya Telkom dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus mendukung agenda keberlanjutan lingkungan secara berkelanjutan.

SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza mengatakan, “Hari Keanekaragaman Hayati menjadi momen bagi Telkom untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian alam secara berkelanjutan. Melalui inisiatif GoZero%, kami terus mendorong aksi konkret dalam menjaga keanekaragaman hayati sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan. Kami percaya, langkah kecil seperti penanaman pohon atau rehabilitasi ekosistem pesisir adalah investasi besar bagi masa depan bumi dan generasi mendatang.”

Baca Juga :  Telkom Bantu Pelatihan Aneka Olahan Laut untuk Kelompok Istri Nelayan di Banten

VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri menambahkan, “Hari Keanekaragaman Hayati menjadi pengingat bagi kita semua akan peran vital keanekaragaman hayati dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan hidup di bumi. Pelestarian keanekaragaman hayati bukan hanya soal menjaga alam, tetapi juga menjaga masa depan. Melalui GoZero%, kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menciptakan perubahan. Apa yang kami tanam hari ini adalah investasi bagi generasi mendatang.”

Penanaman 5.000 bibit mangrove pada kegiatan “GoZero% Goes to Borneo” di Pantai Batu Perawan, Tarakan, Kalimantan Utara, beberapa waktu yang lalu.

Komitmen Telkom dalam mendukung keanekaragaman hayati telah diwujudkan secara konsisten di berbagai daerah di Indonesia. Telkom telah menanam lebih dari 140.000 pohon, terdiri dari 90.000 pohon darat dan 50.000 pohon mangrove. Upaya ini juga mencakup transplantasi 900 koloni terumbu karang di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, menggunakan metode rak laba-laba untuk merehabilitasi ekosistem laut.

Baca Juga :  Telkom Luncurkan Agentic AI by BigBox, Lompatan Baru AI Otonom untuk Percepat Transformasi Industri Nasional

Selain itu, sebanyak 3.450 bibit pohon telah ditanam di Hutan Lindung Desa Bissoloro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, meliputi pohon nonproduktif seperti pinus dan mahoni, serta pohon MPTS (multi-purpose tree species) seperti durian Musang King, manggis, alpukat, jambu kristal, matoa, dan sukun. Di wilayah pesisir Pulau Madura, tepatnya di Perairan Lembung Paseser, Kabupaten Bangkalan, Telkom juga turut melestarikan 192 bibit lamun (seagrass) bersama komunitas pemuda lokal.

Guna memastikan transparansi dan efektivitas program konservasi, Telkom juga mengembangkan platform WebGIS Telkom Green Digital untuk memantau lokasi dan luasan area konservasi secara real-time dan terbuka.

Kegiatan konservasi ini diperkuat melalui kolaborasi multipihak, mulai dari universitas, komunitas lokal, hingga lembaga pecinta alam. Salah satu wujud kolaborasi tersebut adalah kerja sama dengan Telkom University dalam melakukan pengukuran vegetasi dan analisis keanekaragaman hayati menggunakan Indeks Shannon-Wiener, guna memastikan pendekatan yang ilmiah dan berkelanjutan.

GoZero% merupakan gerakan berkelanjutan yang menjadi tulang punggung strategi keberlanjutan Telkom. Dengan semangat “Save Our Planet”, Telkom terus menanamkan praktik bisnis yang ramah lingkungan dan mendukung pelestarian biodiversitas sebagai bentuk tanggung jawab nyata bagi generasi mendatang.

#ElevatingYourFuture

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB