RM Panji Sosrokartono Sang Pahlawan Jenius Bersahaja Dari Jepara yang Terlupakan Dari Sejarah

- Penulis

Minggu, 10 November 2024 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kartono. Nama lengkapnya RM Panji Sosrokartono, kelahiran tahun 1877. Kakak kandung RA Kartini.

Tahun 1898, dia pribumi pertama yang kuliah di luar Hindia-Belanda, di Laiden.

Dia cerdas, kesayangan para dosen. Menguasai 27 bahasa asing dan 10 bahasa Nusantara.

Pangeran ganteng, pinter, gaul, anak orang kaya, terkenal, dan merakyat. Kurang apa lagi si pria keren ini. Wanita-wanita Eropa nyebut si sosrokartono, “de mooie sos.” (sos yang ganteng).

Bule Eropa dan Amerika sebut dia dengan hormat, ‘de javanese prins’ (Pangeran Jawa). Orang pribumi memanggil Kartono saja.

Tahun 1917, dia jadi wartawan perang dunia pertama koran Amerika, The New York Herald, Cabang Eropa. Test masuknya memadatkan artikel bahasa Prancis sejumlah 30 kata dalam 4 bahasa (Inggris, Spanyol, Rusia, Prancis). Kartono lulus dengan 27 kata. Para bule asli lebih dari 30 kata.

Sebagai wartawan perang ia diberi pangkat mayor oleh sekutu, tapi menolak bawa senjata.
“Saya tak nyerang orang, karena itu saya pun tak akan diserang. Jadi apa perlunya bawa senjata?,” ungkap Kartono waktu itu.

Baca Juga :  Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Kartono gemparkan Eropa – Amerika dengan artikel perundingan Jerman dan Prancis yang rahasia, tertutup, dalan gerbong kereta api, tengah hutan. Dijaga sangat ketat. Di saat wartawan lain sibuk cari informasi koran New York Herald telah memuat hasil perundingan tersebut karena Kartono.

Tahun 1919 Kartono jadi penterjemah tunggal di Liga Bangsa Bangsa (LBB).

Tahun 1921 LBB jadi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia dipercaya menjadi Ketua Penterjemah untuk segala bahasa. Sisihkan para poliglot bule Eropa Amerika.

Tahun 1925 Pangeran Jawa Kartono pulang ke tanah air. Ki Hajar Dewantara angkat dia jadi Kepala Sekolah Menengah di Bandung.

Rakyat berjejal temui si pintar ini. Tapi minta air dan doa. anehnya banyak yang sembuh. maka antrian pun makin banyak termasuk bule bule Eropa. Akhirnya beliau dirikan Klinik Darussalam.

Kartono pernah sembuhkan anak Eropa hanya di sentuh-sentuh dihadapan para dokter yang angkat tangan. Si anak sembuh dalam hitungan detik.

Kartono juga pernah memotret kawah gunung dari udara. Hebatnya tanpa pesawat.

Soekarno muda sering diskusi dengannya. Bung Hatta sebut beliau orang jenius.

Baca Juga :  NeutraDC Serahkan Bantuan Sarana Belajar Digital Seperti Laptop, Proyektor Lengkap, dan Printer Untuk Anak-anak Suku Tengger Bromo

Di rumahnya berkibar bendera merah putih. Tapi Belanda, Jepang, dan sekutu seolah tak peduli. Orang lain pasti dihajar penjajah tersebut.

Tahun 1951 Kartono wafat di Bandung. Ia kemudian dikebumikan di makam Sedo Mukti, Desa Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah di samping makam kedua orang tuanya Nyai Ngasirah dan RMA Sosroningrat.

Kartono tak punya apa-apa. Rumahpun kontrak. Padahal sebagai bangsawan dan cendekiawan ia bisa hidup mewah.

orang-orang juga tak temukan pusaka dan jimat di rumahnya. Hartanya hanya kain bersulam huruf ALIF.

Nisan makamnya tertulis :

sugih tanpa bondo.
digdaya tanpa aji.

Beliau wartawan, tapi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) dan lembaga pers lainnya tak pernah singgung namanya.

Beliau juga tokoh pendidikan tapi guru seolah lupa namnya.

Itulah sang guru Kehidupan. Sejatinya Pahlawan, sejatinya pemimpin. Sang Alif.
Alif sak jeroning Alif.

*)sumber : Indonesia Tempo Dulu

Selamat Hari Pahlawan Nasional 2024. Semoga bermanfaat dan kita bisa belajar banyak dari kisah hidup dan keteladanan RM Panji Sosrokartono.

Salam Humaniora!
10 November 2024

sumber : https://www.humaniora.id/rm-panji-sosrokartono-sang-pahlawan-jenius-bersahaja-dari-jepara-yang-terlupakan-dari-sejarah/

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC
Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang
Ubah Sampah Jadi Manfaat, Amerta Gelar Kampanye Trashformer di FISIP USU
Telkom Hadirkan Inovasi Pembelajaran Numerasi untuk 100 Sekolah di Wilayah 3T
Tiga Srikandi TelkomGroup Hadirkan Perspektif Kepemimpinan Perempuan di Bali Tech Week 2026
Berita ini 19 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Danantara Indonesia Rampungkan Akuisisi Aset Perhotelan di Makkah, Dorong Pengembangan Ekosistem Layanan Jemaah dalam Jangka Panjang

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB