Tiga trend teknologi dan bisnis sepanjang 2024 menurut riset Ipsos

- Penulis

Selasa, 17 Desember 2024 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

urbandiginews.com – Dalam laporan bertajuk Ipsos Global Trends 2024: “In Search of a New Consensus: From Tension to Intention”, Ipsos mengeksplorasi tren utama teknologi yang membentuk kawasan Asia-Pasifik. Perusahaan riset pasar Ipsos mengumumkan tiga trend teknologi yang menjadi sorotan masyarakat di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, serta pasar global lainnya, sepanjang tahun 2024.

Laporan itu juga menandai peringatan ke-10 tahun perjalanan Global Trends Report yang menawarkan insight berharga tentang perubahan sentimen konsumen, transformasi sosial, dan dinamika pasar di 50 negara.

“Insight dari Report Ipsos Global Trends 2024 memberikan peta jalan bagi brand yang sedang menghadapi lanskap yang terus berkembang,” kata CEO Ipsos APEC Hamish Munro dalam siaran resmi pada Senin.

“Persimpangan antara teknologi, tradisi, dan sustainability menawarkan peluang unik bagi bisnis di Asia untuk berinovasi dan tetap relevan dengan konsumen,” tutur Hamish Munro.

Hamish Munro kemudian menjabarkan tiga trend yang menjadi sorotan masyarakat Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, antara lain:

Baca Juga :  Empat Pesawat Tanpa Awak Buatan Peneliti BRIN Uji Terbang, Begini Hasilnya!

1. Teknologi yang menginspirasi (Technowonder)

Konsumen di APAC, terutama Indonesia, India, dan Thailand menunjukkan optimisme terhadap kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI).

Di Indonesia, 68 persen responden percaya bahwa AI memiliki dampak positif bagi dunia, jauh di atas rata-rata global sebesar 57 persen.

Namun, optimisme itu disertai dengan kekhawatiran signifikan terkait privasi data, di mana 76 persen konsumen APAC khawatir tentang bagaimana informasi mereka digunakan.

2. Kembali ke sistem lama (Retreat to old systems)

Nostalgia terus memengaruhi perilaku konsumen, mendorong brand untuk menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern.

Di Indonesia, 94 persen responden memprioritaskan tradisi sebagai nilai inti masyarakat, persentase tertinggi di kawasan ini.

Berbagai brand lokal telah berhasil memanfaatkan tren ini dengan menggabungkan warisan budaya dengan strategi kontemporer untuk menjangkau audiens yang beragam.

3. Konvergensi iklim (Climate convergence)

Pentingnya menghadapi perubahan iklim sangat jelas, dengan 73 persen responden APAC menyatakan bahwa mereka sudah mengambil langkah untuk melindungi lingkungan.

Baca Juga :  Telkom Akselerasi Ekonomi Digital melalui Teknologi AI

Sentimen itu sangat kuat di Indonesia, di mana 91 persen konsumen mengaku telah aktif terlibat. Selain itu, beberapa brand di Indonesia pun berkontribusi melalui solusi kemasan berkelanjutan dan menyelaraskan inisiatif mereka dengan target negara untuk mencapai net-zero emission pada tahun 2060.

“Indonesia menjadi contoh nyata dari konvergensi tren ini, mulai dari adopsi AI yang semakin berkembang hingga penghargaan terhadap nilai-nilai tradisional,” kata Andi Sukma, Executive Director Ipsos Indonesia.

“Sementara itu, keberlanjutan bukan hanya kebutuhan tetapi juga peluang bagi merek untuk memimpin dengan tujuan yang jelas,” papar Andi Sukma.

Untuk menyambut masa depan, Ipsos mendorong brand untuk beradaptasi dengan mengutamakan privasi data untuk membangun kepercayaan, menggabungkan nostalgia dengan modernitas untuk menarik berbagai demografi, serta berperan aktif dalam keberlanjutan lingkungan melalui praktik inovatif.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://m.antaranews.com

Berita Terkait

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga
Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:50 WIB

Jembatan Pasir Jaya–Paledang Diresmikan, Hadirkan Akses Aman dan Nyaman bagi Warga

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:20 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB