Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan India Teken Kesepakatan Repatriasi Benda Cagar Budaya

- Penulis

Senin, 27 Januari 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Indonesia dan India bertalian dalam sejarah dan budaya, bahkan sejak abad keempat Masehi. Jejak-jejak historikal tersebut dapat dilihat melalui berbagai Candi Hindu-Buddha dan bahasa Sansekerta di Indonesia yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan budaya, bahasa, dan sastra Indonesia.

Dalam rangkaian perayaan Hari Republik India ke-76 yang digelar di New Delhi, India, Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan India Shri Gajendra Singh Shekhawat menandatangani kesepakatan upaya repatriasi benda-benda cagar budaya atau upaya pengembalian warisan budaya yang berada di luar negeri ke negara asal, untuk periode 2025 hingga 2028.

“Melalui kesepakatan ini, Indonesia dan India akan melakukan berbagai kerja sama dan kolaborasi di bidang kebudayaan,” ucap Fadli Zon selepas penandatanganan, Ahad, 26 Januari 2025, dikutip dari keterangan resmi.

Dengan terjalinnya kesepakatan tersebut, kedua negara berkomitmen melakukan Hal ini sesuai dengan yang tercantum dalam Kashi Cultural Pathway pada Pertemuan Menteri Kebudayaan G20 di India tahun 2023.

Baca Juga :  Kamala Harris Akui Kekalahan atas Donald Trump, Beri Pesan Menyentuh

Fadli Zon hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang menjadi tamu kehormatan dalam acara yang berlangsung pada 24 hingga 26 Januari 2025 tersebut.

“Kementerian Kebudayaan mendukung berbagai upaya seperti penelitian dan kajian bersama dengan pihak India tentang pentingnya repatriasi benda budaya, serta menyambut baik dialog inklusif tentang upaya pengembalian benda-benda budaya guna mempererat hubungan diplomatik antar negara,” ujar Fadli Zon.

Dengan penandatanganan kesepakatan tersebut, kedua negara berniat mempererat hubungan budaya di berbagai bidang, antara lain bahasa dan sastra, museum, seni visual, seni pertunjukan, sejarah, arkeologi, antropologi, film, hak kekayaan intelektual, serta pengetahuan tradisional dan folklor. Adapun program tersebut didasarkan pada perjanjian antara Pemerintah Republik India dan Pemerintah Republik Indonesia yang telah ditandatangani pada 29 Desember 1955.

Baca Juga :  Trenggono: Pemasangan Pagar Laut 30,16 KM di Tangerang Diduga Proyek Reklamasi Alami

Nantinya, kolaborasi tersebut juga akan mencakup pertukaran pengetahuan dan delegasi di bidang tari tradisional dan kontemporer, musik, teater, dan seni pertunjukan lainnya antara seniman dan budayawan di Indonesia dan India. Sementara itu, dalam bidang sejarah, arkeologi, antropologi, dan konservasi, Indonesia dan India sepakat untuk melakukan pertukaran pakar, penelitian, dan publikasi bersama serta di dalamnya meliputi pelatihan dan kerja sama dalam upaya konservasi cagar budaya.

“Kementerian Kebudayaan berupaya untuk mengembangkan kolaborasi dalam upaya pelindungan budaya dan tradisi, serta pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan melalui pelindungan pengetahuan tradisional dan folklor dengan India,” ujar Fadli.

Melalui kerja sama itu pula, Fadli Zon berniat mengembangkan hubungan bilateral dengan India supaya bisa menjadi contoh bagi negara lain, dalam hal ini memperkuat ikatan sejarah dan diplomasi budaya.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden
Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Telkom Perkuat ESG lewat Keanggotaan UN Global Compact dan Program Zero Waste to Landfill
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Lantik Lima Pejabat Eselon I, Menkeu Dorong Kolaborasi untuk Wujudkan Kepercayaan Presiden

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Berbicara di WCCE 2026, Gubernur Pramono Dorong Jakarta Jadi Hub Ekonomi Kreatif Dunia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB