Industri Film Indonesia Cetak Sejarah Rekor Baru 80,2 Juta Penonton di Tahun 2025

- Penulis

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan

Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan

urbandiginews.com – Industri perfilman tanah air resmi mencatatkan tinta emas di penghujung tahun 2025. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film Indonesia berhasil menembus angka 80.270.000 pasang mata. Pencapaian ini melampaui rekor tahun sebelumnya (2024) yang mencatatkan 80.210.000 penonton. Rekor baru ini menjadi bukti nyata bahwa film nasional kini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan memiliki daya saing yang semakin tangguh.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memberikan apresiasi tinggi atas capaian membanggakan industri film nasional yang berhasil menembus angka 80,27 juta penonton sepanjang tahun 2025. “Angka ini tidak hanya menjadi rekor baru, tetapi juga menjadi bukti ketangguhan ekosistem perfilman Indonesia,” ujarnya.

​Keberhasilan tahun ini terasa jauh lebih bermakna mengingat dinamika lapangan yang tidak menentu. Sepanjang tahun 2025, kondisi operasional bioskop sempat mengalami gangguan akibat situasi sosial di beberapa titik strategis. Namun, antusiasme masyarakat yang tak terbendung terbukti mampu membangkitkan kembali gairah industri layar lebar.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra, mengapresiasi masyarakat yang tetap setia menjadikan film nasional sebagai pilihan utama. “Dengan 201 judul film yang rilis tahun ini, kreativitas sineas kita terbukti tak terbendung. Ini adalah momentum bagi film Indonesia untuk semakin berjaya di negeri sendiri dan bersinar di kancah global,” kata Mahendra.

​Sepanjang tahun 2025, sebanyak 201 judul film Indonesia telah resmi beredar di bioskop. Diversitas konten menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri, dengan genre horor mendominasi sebanyak 90 judul, disusul 66 judul drama, serta genre lainnya seperti komedi, laga, dan religi.

Baca Juga :  Telkom Raih Best State-Owned Enterprises (Big Cap) di 16th IICD Corporate Governance Award 2025

Sejalan dengan hal ini, kinerja layanan perfilman yang dikelola Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan sepanjang Januari–Desember 2025 juga menunjukkan capaian gemilang. Selama periode ini, Ditjen PPPK menerbitkan sebanyak 2.732 Tanda Pemberitahuan Pembuatan Film (TPPF), dengan 54 persen di antaranya merupakan TPPF film, yang mencakup film pendek, film panjang, film serial, dan bentuk produksi lainnya. Angka ini menunjukkan tingginya aktivitas produksi serta keberlanjutan kreativitas insan perfilman nasional.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas produksi dan peredaran film, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 41.092 film dan iklan dinyatakan lulus sensor. Dari jumlah tersebut, sekitar 64,4 persen merupakan karya nasional, sementara 35,6 persen lainnya merupakan produksi impor.

Berdasarkan penggolongan usia penonton, film dan iklan yang lulus sensor terbagi ke dalam klasifikasi Semua Umur (SU) sebanyak 11.930, klasifikasi 13+ sebanyak 19.859, klasifikasi 17+ sebanyak 8.982, serta klasifikasi 21+ sebanyak 321. Data ini mencatat komposisi produksi nasional serta impor yang melalui proses sensor sebagai bagian dari mekanisme pengaturan peredaran film dan iklan di Indonesia.

Pada periode yang sama, layanan Surat Rekomendasi Impor Film (SRIF) tercatat sebanyak 1038 layanan yang diajukan oleh 36 perusahaan pelaku usaha, dengan film impor berasal dari 52 negara. Amerika Serikat, India, Hong Kong, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Prancis, Thailand, Taiwan, dan Malaysia menjadi negara asal film impor terbanyak.

Baca Juga :  Ibu Hamil, Anak Balita, dan Siswa SD hingga SMA di Sejumlah Daerah Dipastikan Menerima Makan Bergizi Gratis pada 6 Januari 2025

Selain itu, daya tarik Indonesia sebagai lokasi produksi film internasional juga terus menguat. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 2.114 kru asing melakukan kegiatan pengambilan gambar di berbagai wilayah Indonesia. Pada periode yang sama, Kementerian Kebudayaan menerbitkan 158 surat persetujuan shooting film asing, yang terdiri atas 80 film dokumenter, 10 iklan/promosi, 19 reality show, 3 video edukasi, 11 film naratif, 5 film serial, 4 video musik, 1 variety show, dan 2 film pendek.

Kegiatan produksi tersebut melibatkan pelaku industri dari berbagai negara, dengan jumlah terbanyak berasal dari Jepang (23), Korea Selatan (14), Inggris (18), dan Amerika Serikat (12), serta negara lain di kawasan Asia seperti Tiongkok, India, Malaysia, Singapura, Taiwan, Vietnam, dan Filipina; Eropa seperti Jerman, Belanda, Swiss, Austria, Denmark, Hungaria, dan Kroasia; serta Australia. Data ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pelaku industri global terhadap Indonesia, baik sebagai mitra kreatif maupun sebagai lokasi produksi yang strategis.

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem perfilman nasional melalui kebijakan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Penguatan regulasi, peningkatan layanan publik, serta perluasan kolaborasi dengan pelaku industri nasional dan global akan terus diakselerasi. Pencapaian sepanjang tahun 2025 ini menjadi fondasi penting bagi film Indonesia untuk tidak hanya berjaya di negeri sendiri, tetapi juga tampil sebagai kekuatan budaya yang berdaya saing di tingkat internasional.

Penulis : Eka Sanur

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : https://www.kemenbud.go.id

Berita Terkait

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja
Gandeng Industri Film Amerika, Pemprov DKI Perkuat Jakarta sebagai Kota Sinema
Telkom Perkuat ESG lewat Keanggotaan UN Global Compact dan Program Zero Waste to Landfill
Berita ini 110 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Buka Karir Jakarta Expo 2026, Gubernur Pramono: Jakarta Terbuka bagi Seluruh Pencari Kerja

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB