Raih Emas IPITEx 2026, Pelajar Indonesia Ciptakan AI Bantu Petani Cek Kesehatan Tanah Lebih Cepat

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

urbandiginews.com – Tujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun meraih Medali Emas pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition atau IPITEx 2026 di Bangkok, Thailand. Prestasi ini diraih melalui inovasi SoilPIN, alat portabel pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan.

Kementerian Komunikasi dan Digital mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti talenta muda Indonesia mampu melahirkan solusi digital yang menjawab kebutuhan sektor pertanian.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa anak muda Indonesia mampu membaca persoalan nyata dan menjawabnya dengan teknologi. SoilPIN adalah contoh bagaimana digitalisasi bisa memberi manfaat langsung bagi petani dan lingkungan,” ujar Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Edwin Hidayat Abdullah di Jakarta Pusat, Rabu (13/01/2026).

Menurut Dirjen Edwin, inovasi ini menjawab kebutuhan nyata sektor pertanian.

Baca Juga :  Telkom Packfest 2025 : 636 UKM Naik Kelas dengan Kemasan Lebih Menjual

“Teknologi sederhana dan portabel membuka akses informasi tanah bagi petani kecil dan wilayah dengan layanan agronomi terbatas,” ungkapnya.

SoilPIN membantu petani mengetahui kondisi tanah secara cepat, langsung di lahan, dan berbasis aplikasi ponsel.

Dengan bentuk pin portabel, alat ini mengukur delapan parameter tanah seperti pH, kelembaban, suhu, salinitas, serta unsur hara N, P, dan K. Data terkirim ke aplikasi dan dianalisis AI.

Perwakilan tim Nazeer Omar Verico menyatakan pengguna menerima informasi kondisi tanah dan rekomendasi tindakan perbaikan lahan.

“Petani sering mengambil keputusan tanpa data tanah yang akurat. SoilPIN memberi jawaban cepat di lapangan. Itu yang kami kejar,” jelasnya.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital Kementerian Komdigi Sonny Sudaryana menyatakan ide SoilPIN tengah dihubungkan dengan kebutuhan publik melalui Garuda Spark Innovation Hub.

Baca Juga :  Proses Pengadaan melalui PaDi UMKM Semakin Optimal dengan API

“Garuda Spark kami rancang agar inovasi tidak berhenti di lomba. Kami bantu agar solusi seperti SoilPIN bisa dipakai petani, diuji di lapangan, dan berkembang menjadi produk yang bermanfaat luas,” ujarnya.

Ia menambahkan pengembangan ekosistem menjadi kunci agar teknologi memberi dampak nyata.

“Kami ingin inovasi dipakai masyarakat. Ketika petani bisa menghemat biaya, meningkatkan hasil, dan menjaga tanahnya, di situlah teknologi bekerja untuk publik,” katanya.

Sebelum tampil di Bangkok, SoilPIN diuji coba di Bandung dan Jakarta.

Inovasi ini juga telah memperoleh perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum RI. Capaian ini menunjukkan solusi publik bisa lahir dari talenta muda. Dengan ekosistem yang tepat, teknologi sederhana berbasis AI dapat menjawab persoalan pangan dan lingkungan secara nyata.

Penulis : Coki Dasopang

Editor : Marah Bangun

Sumber Berita : komdigi.go.id

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB