
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pos Indonesia (Persero) atau PosIND mengakui kondisi bisnis perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan berat, terutama di segmen kurir dan logistik yang persaingannya kian ketat. Corporate Secretary PosIND Iwan Gunawan mengatakan, perseroan tidak menutup mata terhadap situasi tersebut. Karena itu, sejak awal 2026 Pos Indonesia menjalankan pembenahan menyeluruh (program recovery) sesuai arahan Badan Pengaturan (BP) BUMN dan Danantara.
Corporate Secretary PosIND, Iwan Gunawan menjelaskan sebagaimana dilansir dari media Kontan, Minggu (18/10/2026), “Kami berfokus pada tiga hal sebagai program pemulihan, yaitu penguatan tata kelola bisnis dan transparansi keuangan, efisiensi biaya operasional, serta penataan ulang model bisnis untuk mendukung transformasi perusahaan.”
Menurut dia, di tengah proses pembenahan tersebut, perusahaan memastikan layanan kepada masyarakat tidak terganggu. “Yang paling utama, kami memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan normal,” tegas Iwan.
Soal suntikan modal Danantara
Terkait kemungkinan penyertaan modal dari Danantara, Iwan menegaskan keputusan tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemegang saham. Ia menyebutkan, prioritas perusahaan saat ini adalah membenahi fundamental dari dalam, mulai dari memperbaiki struktur biaya, mengoptimalkan aset, hingga mendorong pendapatan dari bisnis inti.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan Danantara dan BP BUMN mengenai langkah-langkah penyehatan, termasuk berbagai skema dukungan yang paling tepat bagi perusahaan,” jelas Iwan.
Andalkan jaringan hingga pelosok
Meski tengah menghadapi tekanan, Pos Indonesia menilai pasar logistik nasional masih besar dan terus tumbuh, khususnya untuk pengiriman ke wilayah yang belum banyak dijangkau pemain lain.
Ke depan, sambung Iwan, perseroan akan memaksimalkan keunggulan jaringan yang menjangkau seluruh Indonesia. Pos Indonesia juga akan memperkuat layanan business to business (B2B) dan distribusi untuk pemerintah serta sinergi BUMN. Selain itu, perusahaan akan meningkatkan efisiensi operasional melalui digitalisasi.
“Kami optimistis, dengan transformasi yang konsisten, kinerja perusahaan dapat berangsur pulih dalam tempo yang tidak terlalu lama,” pungkas Iwan.
Penulis : Redaksi
Editor : SR
Sumber Berita : rilis media Kontan







