Adopsi AI 92 Persen, Pemerintah Jadikan AI Pilar Produktivitas Nasional

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam acara kelulusan Program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/02/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Menkomdigi Meutya Hafid saat memberikan sambutan dalam acara kelulusan Program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/02/2026). Foto: Anhar/Komdigi

urbandiginews.com – Pemerintah menegaskan bahwa tingginya tingkat adopsi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia harus diterjemahkan menjadi peningkatan produktivitas nasional, penciptaan nilai ekonomi, dan penguatan daya saing bangsa.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 92 persen.

Namun, pemanfaatannya untuk kegiatan produktif dan penciptaan nilai tambah ekonomi masih perlu diperluas.

“Walau dengan adopsi AI 92 persen, penggunaan AI untuk produktivitas di Indonesia masih minim, inilah mengapa hari ini kita berbahagia melihat kelahiran dari startup-startup baru,” ujar Meutya dalam acara kelulusan program Google for Startups Accelerator di Garuda Spark Innovation Hub Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (24/02/2026).

Program ini merupakan kerja sama antara pemerintah dan mitra global untuk mempercepat proses pembelajaran dan peningkatan keterampilan talenta digital Indonesia.

Baca Juga :  Fokus Eksekusi Strategi TLKM 30, Telkom Dorong Penguatan Fundamental dan Tata Kelola Perusahaan

Google for Startups Accelerator telah meluluskan 63 startup, terdiri dari 43 startup tahap awal (early stage) dan 20 startup Series A dalam satu tahun pertama sejak peluncurannya tahun lalu lewat kerjasama yang dilakukan Kemkomdigi dan Google Indonesia.

“Enam puluh tiga startup nasional yang lulus program ini bukanlah angka yang kecil. Bahkan dilaporkan ada 2.500 startup aktif di Indonesia yang sudah berkontribusi langsung untuk memberikan nilai ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa startup merupakan motor penggerak ekonomi digital nasional,” ujar Meutya.

Meutya mengajak para pelaku startup untuk melihat Indonesia sebagai salah satu pasar digital terbesar di kawasan Asia Pasifik.

Dari 278 juta penduduk, sekitar 80,66 persen atau lebih dari 230 juta jiwa telah terkoneksi internet.

Nilai ekonomi digital nasional telah melampaui USD 80 miliar dan diproyeksikan menembus lebih dari USD 130 miliar pada 2025.

Baca Juga :  Telkom Hadirkan Startup Binaan Berbasis AI Dalam Acara AI Campus di UMY

“Pertumbuhan ini bukan terjadi secara alami. Ia didorong inovasi teknologi, transformasi sektor tradisional, dan yang paling utama adalah SDM digital Indonesia yang membawa pertumbuhan ekonomi tinggi dan terbesar di kawasan Asia Tenggara,” tegasnya.

Meutya mengajak talenta-talenta digital Indonesia untuk terus berinovasi, agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, namun mampu menjadi tempat lahirnya inovasi-inovasi terbaru di bidang teknologi, khususnya AI.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem, Kementerian Komunikasi dan Digital juga menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub sebagai ruang kolaborasi startup berbasis AI dengan perusahaan teknologi global dan modal ventura (venture capital).

“Kita ingin bergerak dari sekadar digital market menjadi AI innovation hub di ASEAN,” ujar Meutya.

Berita Terkait

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN
Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia
NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
KAI Mengangkut 50,76 Juta Ton Barang, Mendukung Rantai Pasokan Ekonomi Nasional
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:44 WIB

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Telkom Akses Dukung Penataan Infrastruktur Telekomunikasi di Berbagai Kota di Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB