Pabbicara AI

- Penulis

Jumat, 29 November 2024 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

urbandiginews.com – Empat orang tengah asyik berdiskusi di pojok sebuah cafe Jl Pattimura Makassar, pagi ini. Masing-masing ditemani secangkir kopi panas khas Toraja plus roti bakar. Sosok empat orang tadi sudah senior. Ditandai kerutan muka dan rambut yang mulai berwarna. Tapi gaya diskusinya mirip millenial.

Saya yang duduk di meja samping mereka bersama beberapa awak media Makassar, jelas mendengar topik yang lagi dibahas. Saya tidak ada niat untuk nguping atau nyimak pada awalnya, namun suara dan tawa mereka lumayan keras sehingga memaksa kuping ini untuk menangkapnya.

“Saya kasi tunjuk Hp ku ke bapaknya toh, baca memang ko apa katanya ChatGPT mengenai kasus yang ada. Appako. Tidak main-main ka ini,” seru bapak yang duduk paling pojok dengan logat kental Makassar.

Baca Juga :  Perusahaan Data Center NeutraDC Jalin Kerja Sama dengan AMD Perkuat Infrastruktur AI di Asia Tenggara

Rupanya mereka tengah berdiskusi tentang AI. Ya, Artificial Intelligence yang super pintar itu. Yang mengejutkan, mereka seolah-olah terpesona dengan kehebatan AI. Hingga beberapa kali bapak yang di pojok mendemonstrasikan aplikasi AI yang dia gunakan. Sepertinya, mereka semua se-generasi dengan saya, baby boomer alias dari kaum digital migrant.

Sepemahaman saya, masyarakat Bugis – Makassar sangat kental dengan budaya wicara, atau pabbicara. Mereka suka berdiskusi, bercerita, dan banyak yang handal dalam bercerita. Sumber bahasannya seolah tidak pernah habis. Segala tema dilahap, terlebih politik dan isu luar negeri. Kini, mereka mulai tersentuh dengan kehadiran AI. Pasti akan menjadi semakin seru perbincangan kedepan.

Baca Juga :  Telkom Hadirkan DigiHack 2025 sebagai Ruang Inovasi AI Talenta Digital

Yup begitulah digital, perkembangan dan pertumbuhannya luar biasa. Jika 30 tahun lalu, perkembangan teknologi digital akan melompat dalam hitungan 3 tahun, kini hampir setiap bulan lahir teknologi digital yang baru.

Tinggal memilih, menunggu teknologi terbaru atau ikutan bermain dengan yang baru. Yang pasti, judol dan pinjol bukanlah teknologi digital. Jadi tidak perlu ikut-ikutan.

Daeng Acid, Makassar 10 November 2024.

===

Penulis : Daeng Acid

Editor : Marah Bangun

Berita Terkait

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI
Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi
Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026
Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah
Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia
Telkom Perkuat Peran sebagai Strategic Holding, Tetapkan Arah Bisnis hingga 2030
Bali Tech Week 2026: Menkomdigi Tinjau Kesiapan Data Center AI NeutraDC
DTIIF 2026 Hubungkan Teknologi, Inovasi, dan Modal Global untuk Memajukan Transformasi Industri Indonesia
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:24 WIB

NVIDIA Ajak Mahasiswa ITB Naik Kelas: dari Pengguna Jadi Pencipta AI

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Komdigi Minta Transparansi AI dan Algoritma, Hak Publik atas Informasi Harus Dilindungi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure di Bali Tech Week 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:18 WIB

Pilih, Menang, Hepi! Kebut Hadiah BombasTri Hadir Kembali Rayakan Loyalitas Pelanggan, Makin Seru dan Makin Meriah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:08 WIB

Di Bali Tech Week 2026, Telkomsel Perkuat Pemanfaatan Teknologi AI Terkini Buatan Anak Bangsa untuk Kedaulatan Digital Indonesia

Berita Terbaru

Aneka Berita

Cuaca di Bumi Bisa Ganggu Sinyal Satelit? Ini Penjelasan BRIN

Jumat, 23 Okt 2026 - 22:44 WIB